JAGOSATU.com- Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini merambah ke sektor keuangan digital di Indonesia dengan kecepatan yang luar biasa.
Peneliti dari Universitas Klabat melakukan kajian mendalam tentang sentimen publik di media sosial terhadap penggunaan AI pada layanan finansial digital.
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Deep Learning berbasis Long Short-Term Memory (LSTM) untuk membaca opini publik di Twitter.
Data diambil dari ribuan cuitan dengan kata kunci seperti “AI Finansial”, “Robo Advisor”, dan “Bank Digital”.
Menurut peneliti, media sosial merupakan tempat paling jujur untuk memotret bagaimana masyarakat menanggapi inovasi teknologi.
Analisis sentimen menjadi cara efektif untuk mengetahui tingkat kepercayaan publik terhadap sistem keuangan berbasis AI.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mulai terbiasa dengan kehadiran teknologi cerdas di sektor finansial.
Baca Juga: UNKLAB MENELITI! Musik dan Kecerdasan Emosional: Apa Hubungannya?
Dari total 5000 tweet yang dianalisis, sekitar 46% bernada positif, 33% negatif, dan 21% netral.
Tweet bernada positif umumnya datang dari kalangan muda yang percaya pada kemudahan dan efisiensi teknologi AI.
Sementara itu, sentimen negatif banyak muncul dari masyarakat yang masih khawatir soal keamanan data dan privasi.
Peneliti menggunakan library Twint untuk mengumpulkan data tanpa batasan API dari Twitter.
Data mentah yang terkumpul kemudian melalui proses preprocessing, yaitu pembersihan teks, penghapusan hashtag, mention, dan angka.
Proses ini penting agar sistem AI dapat membaca makna kalimat dengan lebih akurat.
Selanjutnya, model LSTM dilatih untuk mengenali pola emosi dari ribuan opini masyarakat tersebut.
Menurut hasil evaluasi model, akurasi sistem mencapai 87%, menandakan efektivitas tinggi dalam memahami konteks bahasa Indonesia.
Peneliti menjelaskan bahwa metode LSTM unggul karena mampu membaca urutan kata yang membentuk makna emosional secara alami.
Temuan lain menunjukkan bahwa penggunaan AI di sektor keuangan mendapat dukungan kuat jika transparansi dan keamanan data dijaga.
Sebagian besar pengguna menilai AI membantu mempercepat proses analisis investasi dan layanan pelanggan.
Namun, kelompok konservatif masih menganggap AI berisiko karena berpotensi menggantikan peran manusia.
Penelitian ini menegaskan bahwa persepsi publik akan menentukan arah pengembangan AI di sektor finansial Indonesia.
Dengan memahami opini masyarakat, pelaku industri bisa menyesuaikan strategi agar adopsi teknologi berjalan lancar.
Universitas Klabat menilai penelitian ini penting untuk mendukung literasi digital dan pemanfaatan AI yang etis di masa depan.
(AR)
Editor : Prisilia Rumengan