JagoSatu.com - Di rapat pemegang saham Tesla, Elon Musk kembali ngeluarin ide aneh khas dirinya. Idenya? Bebaskan penjahat dari penjara, lalu beri mereka robot penguntit sebagai gantinya.
Padahal, agenda utamanya adalah kabar finansial yang ngebosenin. Para investor bahkan rela mengorbankan kepentingan bisnis mereka sendiri demi drama yang disajikan oleh seorang Elon Musk.
Dilansir oleh electrek, Musk langsung ganti topik ke favoritnya: robot Optimus. Dia bahkan ngelempar valuasi gila-gilaan sebesar $25 triliun untuk robot ini. Orangnya emang jago bikin sensasi.
Kini muncul janji baru yang lebih nyeleneh. Musk bilang, penjahat bisa dapat "bentuk penahanan yang lebih manusiawi". Syarat bebas bersyaratnya? Dikawal robot Optimus. Aneh banget, kan?
Jadi hadiahnya berbuat jahat, dapat robot gratis puluhan ribu dolar. Menurut Musk, robot itu akan mengikuti dan menghentikan si penjahat jika berbuat kriminal lagi. Sistem yang luar biasa!
Dikutip dari electrek, robot ini harus bisa melaporkan dan mencegah niat jahat. Ini sih butuh kekuatan cenayang, karena memprediksi niat manusia itu di luar kemampuan AI sekarang.
Untuk bisa melakukan itu, Optimus butuh spek dewa: pengawasan total, kemampuan tempur, dan baterai tak terbatas. Padahal Optimus sekarang aja cuma bisa bagi permen sambil dicolok.
Robot ini dituntut untuk bisa mengikuti target non-stop dan mengisi daya sendiri. Ini tugas berat buat robot yang sekarang saja masih sering butuh operator untuk tugas dasar.
Musk sering mengaku sebagai 'libertarian', tapi proposal ini justru kebalikannya. Seperti dilaporkan oleh electrek, seorang libertarian sejati menentang pengawasan negara secara ekstensif seperti ini.
Plus, kalau pemerintah bayarin Optimus 'gratis' ini, miliaran dolar bakal langsung masuk ke kantong Musk. Dia sepertinya tidak masalah dengan belanja negara, asal menguntungkan Tesla.
Intinya, bukan lagi negara yang mengawasi, tapi 'Elon Musk' yang mengendalikan sistem pengawasan itu. Menyerahkan kendali sebesar itu ke satu orang jelas jadi masalah besar.
Dikutip dari electrek, sikap ini juga aneh karena Musk dikenal 'keras terhadap kejahatan'. Kontradiksi ini masuk akal jika tujuannya cuma satu: menjual lebih banyak robot.
Masyarakat AS saja masih mempermasalahkan teknologi dasar seperti pembaca pelat nomor otomatis. Apalagi menjual ide pasukan robot pengintai yang mengikuti orang kemana-mana.
Masalah utamanya adalah Musk ingin 'mengendalikan' pasukan robot ini. Mengingat rekam jejaknya yang kontroversial, keinginan untuk punya kendali sebesar itu seharusnya bikin kita was-was.
Singkatnya, ide Elon ini cuma campur aduk dari fantasi teknologi, politik aneh, dan usaha cari untung. Gimana menurut kalian, ide ini jenius atau cuma cari sensasi? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung