Jagosatu.com - Dunia hiburan kini memasuki babak baru dengan hadirnya teknologi suara buatan atau AI-generated voice.
Aktor legendaris Matthew McConaughey dan Sir Michael Caine resmi bekerja sama dengan perusahaan teknologi ElevenLabs untuk menciptakan versi digital dari suara mereka.
Menurut TechCrunch, kesepakatan ini memungkinkan ElevenLabs membuat kloning suara keduanya untuk berbagai keperluan audio, seperti iklan, film, hingga konten digital.
McConaughey, yang juga menjadi investor di ElevenLabs, bahkan akan memakai suara AI-nya untuk menerjemahkan newsletter miliknya ke dalam bahasa Spanyol.
Langkah ini menandai perubahan besar dalam cara industri hiburan memandang teknologi AI.
Dulu banyak aktor menolak penggunaan AI karena takut kehilangan kendali atas citra dan suara mereka.
Namun kini, kesepakatan resmi seperti ini justru memberi perlindungan hukum dan potensi keuntungan finansial bagi para selebritas.
Menurut The Verge, ElevenLabs juga meluncurkan platform baru bernama “Iconic Voice Marketplace”.
Platform ini memungkinkan merek atau kreator untuk menyewa suara selebritas yang telah dilisensikan secara sah.
Artinya, setiap suara yang digunakan melalui marketplace ini berasal dari pemilik suara yang sudah terverifikasi.
Selain Caine dan McConaughey, ElevenLabs juga menggandeng nama besar lain seperti Liza Minnelli dan mendiang penyair Maya Angelou.
Marketplace ini memberi jalan baru bagi kolaborasi antara teknologi dan seni suara manusia.
CEO ElevenLabs, Piotr Dabkowski, menyebut tujuan utamanya adalah memastikan teknologi AI dipakai secara etis dan transparan.
Dengan lisensi resmi, para selebritas bisa mendapat penghasilan pasif dari setiap penggunaan suara mereka di berbagai proyek.
Langkah ini juga bisa menjadi solusi atas masalah penyalahgunaan suara digital tanpa izin yang marak di internet.
Menurut Decrypt, kerja sama semacam ini dianggap cara terbaik untuk menjaga keseimbangan antara inovasi dan hak cipta.
Hollywood kini tampak mulai berdamai dengan teknologi AI setelah konflik panjang soal penggunaannya.
Jika tren ini terus berkembang, bukan tidak mungkin nantinya suara aktor favorit kita akan bisa didengar di berbagai bahasa dan platform digital.
Dunia perfilman dan periklanan bisa berubah drastis dengan munculnya era “sewa suara” digital.
Para aktor kini bukan hanya menjual penampilan, tapi juga “menyewakan” identitas suara mereka untuk masa depan industri hiburan. (KT)
Editor : ALengkong