Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Vine is Back! Akankah diVine Mampu Mengulang Kesuksesan Lamanya?

Toar Rotulung • 2025-11-17 11:36:41
Material Pemasaran diVine
Material Pemasaran diVine

JagoSatu.com - Gila, ini beneran kejadian! Jack Dorsey mendanai kebangkitan Vine bernama diVine. Ini bukan cuma nostalgia, tapi juga jadi tamparan keras untuk media sosial yang sekarang didominasi AI.

Aplikasi ini membawa kembali lebih dari 100.000 video Vine lawas yang dipulihkan dari arsip. Mengembalikan klip ikonik enam detik ini adalah jasa besar bagi budaya internet!

Dilansir oleh TechCrunch, proyek ini didanai oleh lembaga nirlaba Jack Dorsey. Dorsey sepertinya ingin menciptakan platform terdesentralisasi yang fokus pada kreator, visi yang gagal ia terapkan di X (Twitter).

diVine bukan sekadar museum digital. Pengguna bisa membuat profil dan mengunggah video enam detik baru. Pertanyaannya, apakah keajaiban Vine yang dulu bisa terulang kembali?

Pembeda utamanya? diVine akan secara tegas memblokir konten hasil AI generatif. Akhirnya, ada platform yang memprioritaskan kreativitas manusia di atas konten sampah buatan AI. Pendirian yang keren!

Seperti dilaporkan TechCrunch, Evan Henshaw-Plath, salah satu karyawan awal Twitter, memimpin proyek ini. Ia dengan teliti merekonstruksi video dari cadangan yang dikumpulkan oleh komunitas.

Awalnya, arsip itu hanya file mentah yang sulit diakses. Rabble membuat skrip khusus untuk mengekstrak dan membangun kembali semuanya, termasuk profil pengguna. Usaha yang luar biasa!

Dikutip oleh TechCrunch, tujuan utamanya adalah kembali ke era media sosial di mana pengguna mengontrol algoritmanya sendiri dan kontennya dibuat oleh "orang sungguhan." Terdengar sangat menjanjikan!

Saat ini, diVine diperkirakan menampung 150.000 hingga 200.000 video dari sekitar 60.000 kreator. Ini adalah sebagian besar dari konten terpopuler di era Vine dulu.

Para kreator Vine asli dapat mengklaim kembali akun mereka dan memiliki hak cipta penuh atas kontennya. Sikap menghargai kreator ini adalah langkah yang patut diacungi jempol.

Untuk memastikan semua konten baru benar-benar buatan manusia, platform ini menggunakan teknologi dari Guardian Project, sebuah organisasi nirlaba. Aturan "tanpa AI" ini benar-benar ditegakkan.

Dikutip dari TechCrunch, diVine dibangun di atas Nostr, sebuah protokol terdesentralisasi. Artinya, platform ini tidak bisa seenaknya ditutup oleh pemilik perusahaan. Kebebasan jadi kuncinya.

Dorsey percaya Nostr memungkinkan developer membangun aplikasi tanpa butuh modal ventura besar atau model bisnis yang "beracun." Ini solusi untuk masalah yang dulu membunuh Vine asli.

Di sisi lain, Elon Musk juga berjanji menghidupkan Vine di X, tapi belum ada hasilnya. Dorsey berhasil menyalip di tikungan dengan produk anti-AI yang punya pesan kuat.

Aplikasi diVine kini sudah tersedia di iOS dan Android. Banyak yang yakin orang sudah lelah dengan konten AI. Nah, menurut kalian, apakah platform ini bisa sukses besar? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
#Kebangkitan #Vine #divine #nostalgia #jack dorsey