Jagosatu.com – Badan Antariksa Eropa (ESA) segera meluncurkan dua satelit HydroGNSS untuk memantau siklus air di Bumi dengan teknologi terbaru.
HydroGNSS adalah misi kecil namun penting karena fokusnya pada variabel air yang sangat berpengaruh pada iklim dunia.
Misi ini memakai teknologi GNSS reflectometry yang membaca sinyal GPS yang memantul dari permukaan bumi.
Dengan membandingkan sinyal asli GNSS dan pantulannya, satelit bisa mengetahui kondisi tanah, vegetasi, dan genangan air.
HydroGNSS direncanakan diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 dari Vandenberg Space Force Base di Amerika Serikat.
Ketinggian orbit satelit akan berada di sekitar 550 kilometer dari permukaan Bumi.
Dua satelit ini akan diposisikan berlawanan 180 derajat agar pemantauan lebih merata.
Program HydroGNSS masuk kategori “Scout Mission” ESA, yaitu misi ilmiah biaya rendah namun cepat dan presisi.
Variabel air yang dipantau meliputi kelembapan tanah, kondisi beku-lebur permafrost, genangan, lahan basah, dan biomassa.
Satelit ini juga bisa mendeteksi variabel sekunder seperti angin laut dan luas es di wilayah kutub.
Teknologi GNSS reflectometry dinilai hemat energi karena memanfaatkan sinyal navigasi yang sudah ada.
Sinyal pantulan dari tanah yang kering, basah, bervegetasi, atau tergenang memberikan pola berbeda yang bisa dihitung oleh sensor satelit.
HydroGNSS dibuat oleh perusahaan Inggris, SSTL, yang menjadi kontraktor utama untuk ESA.
Menurut ESA, data dari satelit ini sangat penting untuk prediksi banjir dan analisis kekeringan.
Cara kerja satelit juga membantu penelitian tentang siklus karbon di hutan yang semakin penting akibat perubahan iklim.
Selain itu, data freeze-thaw berguna untuk memantau pelepasan gas rumah kaca dari permafrost yang mencair.
Genangan air yang dipantau satelit dapat membantu negara-negara dalam pengelolaan ekosistem dan mitigasi bencana.
Kelembapan tanah yang diperoleh dari HydroGNSS sangat berguna untuk pertanian dan prakiraan cuaca jangka panjang.
Ilmuwan mengatakan misi ini hadir tepat waktu karena beberapa satelit lama yang memantau kelembapan tanah sudah mendekati masa pensiun.
HydroGNSS juga membuka peluang untuk membangun konstelasi satelit kecil yang lebih banyak di masa depan.
Data dari misi ini akan tersedia untuk peneliti seluruh dunia agar penelitian iklim semakin cepat berkembang.
Peluncuran HydroGNSS dinilai bisa menjadi tonggak penting pengamatan Bumi dengan satelit kecil.
(J)
Editor : ALengkong