Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Selamat Tinggal Mac Pro: Apple Akhirnya Suntik Mati Si Parutan Keju!

Toar Rotulung • 2025-11-19 10:09:11
Ilustrasi Produk Mac Pro di Bukit Rumput
Ilustrasi Produk Mac Pro di Bukit Rumput

JagoSatu.com - Apple akhirnya bakal suntik mati Mac Pro. Walau sudah banyak yang menduga, bagi para profesional sejati yang membangun reputasi Apple, kabar ini tetap terasa menyakitkan.

Menurut Gurman, riwayat Mac Pro sudah tamat dan Mac Studio-lah masa depannya. Apple akan mencurahkan semua tenaga ke chip M5 Ultra untuk Studio, membiarkan si parutan keju raksasa mentok di M2 Ultra.

Sejujurnya, kebanyakan orang cuma angkat bahu, merasa ini sudah saatnya. Lihat saja lini iPad yang membingungkan. Apple memang perlu merampingkan produk, dan mesin mahal ini jadi korban pertama.

Tapi yang bikin heran, logikanya terasa aneh. Kenapa Apple repot-repot memproduksi chip M2 Ultra lawas hanya untuk satu produk sekarat? Bukankah lebih hemat pakai chip M5 yang sudah ada?

Mac Pro saat ini pada dasarnya adalah Mac Studio yang pakai casing mahal. Kata seorang komentator, satu-satunya yang "Pro" dari mesin ini adalah "Pro-fit margin" buat Apple.

Tapi ada segelintir pengguna loyal yang butuh banget slot PCIe internal. Para profesional video misalnya, butuh kartu SDI genlock untuk visual konser, di mana satu frame error bisa fatal akibatnya.

Pengguna ProAudio juga berkomentar, rig Pro Tools HDX mereka butuh setup internal untuk mixing latensi rendah. Ini bukan soal selera, tapi kebutuhan kerja fundamental yang tak bisa digantikan solusi serba dongle.

Solusi yang sering ditawarkan adalah "pakai saja boks Thunderbolt!". Tapi para veteran tahu itu kompromi. Thunderbolt 4 masih setara kecepatan PCIe Gen 3, bukan bandwidth tanpa batas yang jadi alasan utama membeli Mac Pro.

Drama ini terasa familiar karena Apple sudah sering mengecewakan pengguna pro. Ingat Mac Pro 'tong sampah' 2013? Itu adalah mimpi buruk soal suhu, sebuah desain indah yang mengorbankan fungsi.

Kegagalan itu terjadi setelah era keemasan Mac Pro 'parutan keju' 2008-2012. Itulah terakhir kalinya Apple percaya pada penggunanya, membiarkan kita upgrade hampir semua komponen selama bertahun-tahun.

Inilah alasan kenapa banyak yang masih setia dengan Mac Pro Intel jadul mereka. Bukan karena nostalgia, tapi demi menjaga harapan terakhir akan mesin pro modular dari Apple. Berita ini ibarat paku terakhirnya.

Tapi kenyataannya, dunia sudah berubah. Banyak pengguna kini menjalankan komputasi berat di cloud seperti AWS dari MacBook Air. Buat apa beli mesin $10.000 jika bisa menyewa superkomputer?

Pada akhirnya, Apple sendirilah yang membunuh Mac Pro. Mereka menghilangkan fungsi utamanya: menambah GPU NVIDIA sendiri. Ibarat menjual mobil balap, tapi kap mesinnya dilas hingga tertutup rapat.

Komunitas punya solusi simpel: hentikan saja Mac Pro dan ganti nama Mac Studio menjadi "Mac Pro". Ini lebih bersih dan menyamakan nama lini desktop dengan MacBook, tapi artinya mengakui kesalahan.

Jadi, si menara ini sudah mati. Definisi "Pro" Apple kini adalah mesin super mahal yang tertutup rapat, bukan lagi soal modularitas. Nah, gimana pendapat kalian soal langkah Apple ini? (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung
#Apple #Mac Pro