JagoSatu.com - Heboh, dua pemain besar teknologi baru saja menjual saham Nvidia mereka! Dana investasi milik Peter Thiel, Thiel Macro, melepas seluruh kepemilikannya. Ini bukan cuma soal cuan, tapi juga sinyal psikologis penting di pasar AI.
Thiel Macro menjual lebih dari 537.000 saham senilai sekitar $85 juta. Bagi Thiel, nominalnya mungkin tak seberapa, tapi momentum penjualannya setelah lonjakan besar itulah yang jadi sorotan.
Dilansir oleh BusinessInsider, aksi jual ini menyusul langkah SoftBank yang juga melepas semua saham Nvidia mereka di kuartal yang sama. Saat investor awal mulai cabut, ini jadi tanda yang patut diwaspadai.
Nvidia memang baru saja jadi perusahaan paling berharga di dunia, sukses menembus valuasi $5 triliun berkat demam AI. Pertumbuhan secepat ini selalu bikin was-was; potensi bubble di dunia teknologi itu nyata.
Meski porsi Thiel lebih kecil dari penjualan SoftBank senilai $5.8 miliar, langkah ini seolah jadi sinyal para investor cerdas mulai ambil untung dan keluar dari permainan.
Dikutip dari BusinessInsider, SoftBank mengklaim penjualan ini bukan karena masalah dengan Nvidia, melainkan untuk mengalihkan dana ke OpenAI. Mengalihkan fokus ke sisi software AI memang langkah yang logis.
Thiel Macro memang dikenal aktif merombak portofolionya, kini mereka memegang saham Apple, Tesla, dan Microsoft. Thiel hanya merotasi dananya ke saham yang dianggap punya potensi keuntungan besar berikutnya.
Strategi perdagangan aktif mereka terbukti berhasil, terlihat dari nilai portofolio dana yang terus tumbuh tahun ini. Mereka adalah pemain momentum ulung yang jeli melihat saham-saham potensial berikutnya.
Dilaporkan BusinessInsider, Thiel Macro juga merombak posisi di Amazon dan ASML tahun ini. Langkah ini lebih terlihat seperti rotasi strategis antar sektor, bukan sebuah aksi panik.
Satu-satunya saham yang konsisten dipegang adalah Tesla. Ikatan 'PayPal Mafia' antara Thiel dan Elon Musk memang kuat, tapi saham Tesla pun tak luput dari aksi jual.
Buktinya, dana investasi Thiel ini memangkas kepemilikan saham Tesla hingga 76% di kuartal terakhir. Ini menunjukkan bahkan investor paling setia pun mulai mengamankan keuntungan dari saham andalannya.
Menurut BusinessInsider, penjualan ini terjadi tepat sebelum Nvidia merilis laporan pendapatannya. Pasar pun dibuat tegang, tapi laporan yang bagus bisa membungkam semua omongan soal 'bubble' ini.
Analis Dan Ives tetap optimis soal AI, menyebut Nvidia "bagian paling mendasar" dari revolusi ini. Ia yakin pesta belum berakhir, namun ekspektasi terhadap performa Nvidia kini sangat tinggi.
Keluarnya dua investor besar secara bersamaan adalah inti berita yang sebenarnya. Ini bisa jadi sinyal bahwa sentimen pasar mulai bergeser, tak lagi hanya soal euforia chip semata.
Jika laporan pendapatan Nvidia minggu ini tidak sesuai ekspektasi, ini bisa memicu koreksi besar di pasar. Nah, menurut kalian, apakah ini akhir dari pesta AI, atau cuma koreksi biasa? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung