JagoSatu.com - Netflix punya rencana super ambisius untuk menggabungkan nonton, main game, dan bersosialisasi. Mereka tidak hanya menambah fitur, tapi ingin mengubah total cara kita menikmati hiburan di rumah.
Langkah terbesarnya baru saja diluncurkan: game interaktif yang dimainkan langsung di TV menggunakan ponsel sebagai kontroler. Konsep tanpa konsol ini bikin semuanya jadi super mudah diakses.
Dilansir oleh TechSpot, game-game ini langsung tertanam di aplikasi TV, bukan aplikasi terpisah. Judulnya pun fokus pada game sosial seperti Pictionary, karena Netflix sadar mereka tidak bisa langsung melawan game seperti Fortnite.
Caranya sangat simpel: buka game di aplikasi Netflix TV, pindai kode QR, dan ponselmu otomatis jadi kontroler. Ini menghilangkan semua rintangan, jadi semua orang bisa langsung main.
VP Netflix Games, Alain Tascan, mengatakan tujuan mereka adalah membuat main game semudah menekan tombol 'play' di film. Kalimat itu benar-benar merangkum strategi Netflix: main game harus semudah nonton.
Dilansir oleh TechSpot, Co-CEO Greg Peters mengakui upaya awal mereka masih kurang maksimal. Namun, kini fokusnya adalah keseruan bareng di ruang keluarga, bukan lagi game mobile individual.
Salah satu yang akan datang adalah Netflix Puzzled, berisi teka-teki harian seperti sudoku bertema serial Netflix. Ini cara cerdas agar pengguna membuka aplikasi Netflix setiap hari, bukan cuma untuk nonton.
Netflix juga menghadirkan game-game besar dari developer lain, seperti Civilization VI dan Red Dead Redemption versi mobile. Ini jelas menambah bobot dan kredibilitas platform game mereka.
Kekuatan utama mereka adalah mengandalkan serial dan film orisinal. Game berbasis The Queen's Gambit atau Love Is Blind adalah keunggulan yang tidak dimiliki platform lain.
Dikutip dari TechSpot, Profesor Dmitri Williams melihat potensi besar dalam pendekatan ini. Netflix menyempurnakan ide bagus dengan membuatnya mudah diakses jutaan orang, mirip seperti "model Apple".
Langkah ini sebenarnya bukan hal baru. Rupanya, mereka sudah lama mempersiapkan fondasi untuk platform game ini lewat proyek interaktif seperti Black Mirror: Bandersnatch.
Menurut TechSpot, keunggulan utama Netflix adalah mereka sudah punya segudang konten orisinal dan jutaan pelanggan. Tidak seperti Stadia yang gagal, mereka tidak perlu membangun audiens dari nol.
Netflix tidak berniat menyaingi konsol seperti Xbox atau PlayStation. Sebaliknya, mereka fokus menciptakan kategori game sosial yang unik untuk dimainkan bersama keluarga atau teman.
Fokus pada game sosial ini adalah kunci untuk bertahan di tengah persaingan layanan streaming yang makin ketat. Fitur tambahan ini membuat pelanggan makin sulit untuk berhenti berlangganan.
Intinya, Netflix bertaruh besar untuk mengubah ruang keluarga menjadi pusat hiburan lengkap untuk menonton sekaligus bermain. Nah, menurut kalian, apakah strategi game Netflix ini bakal sukses? (tmtiwow)
Editor : Toar Rotulung