Jagosatu.com - Google, perusahaan teknologi raksasa dunia, baru saja meluncurkan AI terbarunya yang sangat canggih untuk urusan mengedit foto, yang punya nama unik yaitu Gemini Nano Banana Pro.
AI ini adalah versi paling gahar dari Gemini 3 Pro Image, yang merupakan peningkatan dari model sebelumnya yaitu Gemini 2.5 Flash Image, atau yang biasa dipanggil Nano Banana saja.
Penting untuk tahu bahwa di dunia Artificial Intelligence (AI), ada banyak "model" atau program pintar yang punya tugas berbeda-beda, dan Nano Banana Pro ini fokus pada image generation (membuat gambar) dan image editing (mengedit gambar).
Model ini diklaim sebagai state-of-the-art Google, artinya ini adalah teknologi terbaik dan paling mutakhir yang mereka punya saat ini untuk urusan visual, mengalahkan produk-produk lama.
Kecanggihan utama dari Nano Banana Pro ini terletak pada kemampuannya untuk membuat hasil editan foto terlihat fotorealistik alias sangat mirip dengan foto asli, bahkan sampai ke detail yang paling kecil.
AI ini bisa menciptakan gambar dengan resolusi sangat tinggi, yaitu hingga 4K (sekitar 3840 x 2160 piksel), yang tentu saja sangat jauh lebih tajam dan jelas dibanding versi sebelumnya yang cuma 1024 x 1024 piksel.
Buat kamu yang suka mengedit, AI ini menawarkan studio-grade creative controls, yang artinya kamu bisa mengatur pencahayaan (misalnya mengubah suasana siang jadi malam), sudut kamera, hingga fokus (depth of field) hanya dengan mengetik perintah.
Salah satu fitur yang paling keren dan sering jadi masalah di AI lain adalah membuat teks (tulisan) di dalam gambar, tetapi Nano Banana Pro ini sudah diperbaiki sehingga tulisan yang dibuatnya bisa terbaca jelas dan akurat, bahkan dalam berbagai bahasa, dilansir dari Times of India.
Hebatnya lagi, Nano Banana Pro punya kemampuan Search Grounding, yang berarti AI ini bisa terhubung langsung dengan informasi dari Google Search secara real-time (saat ini juga).
Contohnya, kamu bisa meminta AI untuk membuat infografis tentang resep masakan terbaru atau tren dunia saat ini, dan dia akan mencari datanya dulu di Google sebelum membuat gambarnya.
Model AI ini juga sangat pintar dalam menjaga Character Consistency, yaitu kalau kamu mengedit seri foto yang menampilkan orang atau karakter yang sama, hasilnya akan konsisten dan tidak berubah-ubah di setiap gambar, menurut CNET.
Untuk para profesional atau yang suka menggabungkan banyak foto, AI ini bisa menggabungkan hingga 14 gambar input menjadi satu visual yang mulus (seamless), fitur yang sangat berguna untuk membuat mockup produk atau kolase.
Pihak Google juga menambahkan SynthID Watermarking, yaitu tanda air digital yang tidak terlihat, yang disematkan di setiap gambar yang dihasilkan oleh AI ini sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi bahwa gambar tersebut adalah buatan mesin.
Jadi, kalau ada yang bilang hasil editanmu itu dari AI, kamu bisa membuktikannya dengan tanda air tak terlihat ini, sebuah upaya yang penting dalam menjaga keamanan dan keaslian digital.
Lalu, bagaimana dengan ponsel yang kamu pakai sehari-hari?
Kabar gembira datang untuk pengguna smartphone Samsung Galaxy karena teknologi AI ini, meskipun mungkin bukan versi 'Pro' secara penuh, sudah mulai terintegrasi ke dalam ekosistem Galaxy AI mereka.
Beberapa perangkat Samsung Galaxy kini sudah bisa merasakan sentuhan kecanggihan dari Nano Banana (versi awal) melalui fitur bernama Now Brief, dilansir dari GSMArena.com.
Now Brief adalah semacam ringkasan harian di HP Samsung yang sekarang punya kartu khusus untuk image generation dari Nano Banana, yang biasanya mengambil foto acak dari galeri kamu, seperti foto selfie atau hewan peliharaan.
Setelah foto dipilih, AI akan langsung memberikan beberapa saran perintah edit (prompt) yang bisa kamu ketuk, dan seketika itu juga gambar kamu akan diubah oleh Nano Banana menjadi versi yang lain dan keren.
Ini menunjukkan bagaimana teknologi AI tercanggih milik Google kini perlahan-lahan mulai berpindah dari cloud (server jarak jauh) ke dalam HP, menjadikannya lebih cepat dan cerdas.
Untuk bisa menikmati fitur ini, pengguna Samsung perlu memastikan bahwa mereka memiliki aplikasi Personal Data Intelligence versi terbaru dari Galaxy Store.
Dengan meluncurkan Nano Banana Pro ini, Google secara jelas menyatakan keseriusannya untuk mendominasi pasar AI Generatif yang saat ini sedang menjadi tren global.
Meskipun versi Nano Banana Pro ini ditujukan terutama untuk perusahaan dan pengembang, pengguna biasa di aplikasi Gemini juga akan mendapatkan akses terbatas untuk mencobanya.
Model terbaru ini diharapkan dapat membantu banyak orang, mulai dari desainer grafis yang butuh mockup cepat, hingga pelajar yang ingin mengubah catatan menjadi infografis yang mudah dipahami.
Maka, sudah saatnya kita menyambut era baru di mana mengedit foto yang super realistis bukan lagi pekerjaan sulit, melainkan hanya semudah mengetik beberapa kata perintah.
Teknologi ini membuktikan bahwa batas antara foto yang diambil dengan kamera dan foto yang dibuat oleh AI semakin kabur, sebuah revolusi dalam dunia fotografi dan desain.
Para pengguna Samsung Galaxy kini harus bersiap karena ponsel mereka akan menjadi semakin pintar, memungkinkan kreasi visual yang luar biasa hanya dalam genggaman.
Perkembangan seperti ini juga mendorong pabrikan chip seperti AMD dan Intel untuk berlomba-lomba membuat prosesor yang punya kemampuan NPU (Neural Processing Unit) yang lebih kuat agar bisa menjalankan AI langsung di perangkat, tanpa perlu internet.
Bisa dibilang, Nano Banana Pro adalah langkah besar Google untuk membuat setiap orang bisa menjadi seniman visual profesional tanpa harus menguasai software edit yang rumit.
Fitur ini secara bertahap akan hadir secara global di aplikasi Gemini ketika kamu memilih model "Thinking" untuk pembuatan gambar.
Meskipun demikian, ada batasan penggunaan gratis, dan pengguna yang ingin lebih banyak harus berlangganan paket seperti Google AI Pro atau Ultra untuk mendapatkan kuota yang lebih tinggi.
Pada akhirnya, peluncuran Gemini Nano Banana Pro ini adalah tanda bahwa masa depan visual dan editing sudah tiba, dan ia sangat menakjubkan.
(DB)
Editor : Toar Rotulung