JAGOSATU.COM -Ahmad Sugiyanto, seorang koki spesialis sushi dari Hungry Duke's, berbagi tips tentang cara menggulung sushi dengan rapi, termasuk pentingnya menjaga kelembapan tangan dalam proses tersebut.
"Langkah pertama adalah memastikan tangan Anda cukup lembap, tetapi jangan terlalu basah. Selanjutnya, siapkan sehelai lap yang bersih dan lembap," ujar Ahmad ketika diwawancarai di Jakarta Utara pada hari Rabu.
Lap yang lembap berperan penting dalam membersihkan nasi yang menempel pada tangan saat proses penggulungan sushi.
Kelembapan tangan yang tepat mencegah lembaran rumput laut sobek saat digulung. Selanjutnya, letakkan nasi sushi di atas lembaran rumput laut yang telah dikeringkan atau nori.
Ketika meletakkan nasi, sisakan sekitar satu sentimeter dari bagian atas lembaran rumput laut, lalu tambahkan isian sushi di tengah-tengah nasi.
Langkah selanjutnya yaitu gulung sushi secara perlahan dari bawah ke atas sambil dipadatkan dengan alat penggulung sushi yang terbuat dari bambu.
"Ketika nasi atau isinya berantakan, Anda rapikan lagi," ujar Ahmad.
Nasi yang digunakan untuk sushi berbeda dengan yang dikonsumsi sehari-hari di Indonesia.
Nasi untuk sushi cenderung memiliki rasa asam dan manis karena ditambahkan cuka dan gula.
"Nasi sushi itu cenderung asam dan manis karena nasi sushi di Jepang memakai cuka dan gula garam. Itu lebih dominan ke cukanya karena biasanya kalau sushi itu dalamnya ikan mentah," kata Ahmad menerangkan.
Penambahan cuka pada nasi sushi khas Jepang bertujuan untuk membunuh bakteri pada daging ikan mentah.
Ahmad tidak menganjurkan untuk menyimpan sushi terlalu lama jika berisi daging ikan mentah karena dapat menyebabkan sakit perut apabila dikonsumsi setelah dibiarkan terlalu lama.
"Saat keluar dari kulkas, ikan itu nggak boleh di atas 10 derajat Celsius. Ketika Anda bawa keluar di suhu 25-30 derajat Celsius itu nanti bisa membuat sakit perut," ucap Ahmad.(antara)
Editor : Nur Fadilah