Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banjir Terjang Motongkad Utara Boltim, 7 Rumah Hanyut, 15 Rusak Parah, 53 Terendam Air

A
Desa Motongkad Utara, Kecamatan Motongkad, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Minggu (3/4/2022) sekira pukul 14.00 – 16.00 dilanda banjir. Banjir itu menghanyutkan tujuh rumah warga, 15 rumah rusak parah, dan 53 rumah terendam air.
Desa Motongkad Utara, Kecamatan Motongkad, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Minggu (3/4/2022) sekira pukul 14.00 – 16.00 dilanda banjir. Banjir itu menghanyutkan tujuh rumah warga, 15 rumah rusak parah, dan 53 rumah terendam air.

JAGOSATU.COM - Jebolnya tanggul Sungai Lonsiow akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda Desa Motongkad Utara, Kecamatan Motongkad, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Minggu (3/4/2022) sekira pukul 14.00 – 16.00 menyebabkan banjir. Banjir itu menghanyutkan tujuh rumah warga, 15 rumah rusak parah, dan 53 rumah terendam air.


Advertisement

Pantauan manadopost.id di lokasi, sampai pukul 18:00 arus lalulintas masih terhalang. Jalan raya belum bisa dilalui baik kendaraan roda dua dan roda empat karena dua rumah hanyut menutupi badan jalan.

Sementara warga setempat dibantu aparat TNI dan kepolisian masih kesulitan memindahkan rumah yang menghalangi badan jalan karena arus air deras dan genangan masih tinggi.

Randy Ridwan, Kepala Dusun 4 yang terdampak banjir mengatakan, warga di dusunnya sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah dan berbagai pihak yang peduli.

Advertisement

"Di dusun 4 ini ada 7 rumah yang hanyut, 15 rumah yang rusak parah, dan yang terdampak banjir ada 53 kepala keluarga (KK). Banjir ini di sebabkan curah hujan yang sangat deras tadi siang sekira pukul 2 siang sampai pukul 4 sore dan merobohkan tanggul di Kali Lonsiow, hingga air berhasil masuk ke pemukiman warga di dusunnya," tutur Randi.

Sementara itu, Eli Daeng Mangawi, salah seorang warga mengaku dirinya, suami dan anak-anaknya berhasil selamat dari banjir. Namun apesnya mereka tidak bisa menyelamatkan semua yang ada di dalam rumah karena saat tanggul jebol air langsung naik dengan tiba-tiba.

"Saya dan suami serta anak-anak hanya bisa lari dengan pakaian di badan. Sementara di rumah seluruh peralatan dalam rumah terbawa banjir, termasuk motor metik milik anak saya. Bukan hanya itu, ijazah anak saya juga semua hanyut berserta sertifikat. STNK BPKB motor, dan surat-surat berharga lainya," ucap Eli Daeng Mangawi sembari terisak tangis.

Advertisement

Untuk itu, Mangawi meminta agar pemerintah segera memberikan bantuan kepada mereka dan masyarakat yang terdampak banjir.

"Saya minta agar pemerintah segera memberikan bantuan, bagi kami," singkat Eli.

Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, didampingi Kepala Desa Motongkad Utara Abdul Haris Mokoagow, dikonfirmasi saat meninjau lokasi banjir, mengatakan, pemerintah akan berbuat untuk penanganan banjir tersebut agar tidak terjadi di tiap musim penghujan.

“Hari ini hari pertama Ramadhan tapi saudara-saudara kita mendapat ujian berupa bencana banjir. Sebagai pemerintah kami turut merasakan dampak dari bencana banjir ini, kami mengimbau agar warga selalu waspada. Terutama yang berada dalam radius terdekat dengan sungai,” ujar Manoppo.

Sekedar informasi, korban banjir saat ini sangat membutuhkan bantuan pakaian, tempat tinggal sementara, dan kebutuhan makanan. (Buyung Potabuga/can)

Advertisement

Artikel Terkait

Hentikan Eksploitasi Blok Doup Jika tak Ingin Kotabunan Tenggelam!

Hentikan Eksploitasi Blok Doup Jika tak Ingin Kotabunan Tenggelam!

Aktivitas tambang emas di Boltim dinilai mengancam lingkungan.

Hari Ini Diskusi: Blok Doup, Investasi, Masyarakat Adat dan Keadilan Lingkungan

Hari Ini Diskusi: Blok Doup, Investasi, Masyarakat Adat dan Keadilan Lingkungan

JAGOSATU.COM - Blok Doup, Panang dan sekitarnya di Desa Kotabunan Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sedang dalam sorotan

Emas, Air Mata, dan Amputasi Ruang Hidup di Tanah Doup  (Kejayaan Masyarakat Adat vs Korporatisasi)

Emas, Air Mata, dan Amputasi Ruang Hidup di Tanah Doup (Kejayaan Masyarakat Adat vs Korporatisasi)

JAGOSATU.COM - Wilayah Panang— yang secara arkeologis-sosial dikenal sebagai Tanah Doup— bukan sekadar hamparan koordinat di Dusun V Desa Ko

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer