Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bangkit Kembali? Apple Gandeng Eks Google & Microsoft Jadi Bos AI Baru

A

Apple resmi punya pemimpin AI baru untuk mengejar kejayaan di era teknologi kecerdasan buatan
Apple resmi punya pemimpin AI baru untuk mengejar kejayaan di era teknologi kecerdasan buatan


Advertisement

Jagosatu.com - Apple membuat keputusan besar dengan menunjuk Amar Subramanya sebagai pimpinan AI baru untuk menggantikan John Giannandrea.

Pergantian ini dilakukan untuk memperkuat strategi kecerdasan buatan Apple yang sempat dinilai kurang bersinar dibandingkan pesaingnya.

Menurut TechCrunch Giannandrea resmi mundur dari posisi Senior Vice President of Machine Learning and AI Strategy namun masih akan menjadi penasihat hingga 2026.

Advertisement

Subramanya sebelumnya bekerja lama di Google dan terakhir menjabat posisi senior di Microsoft sehingga keahliannya sudah teruji dalam dunia AI.

Dilansir dari Reuters Apple memang ingin mengejar ketertinggalan dalam perlombaan AI industri terutama setelah peluncuran fitur Apple Intelligence yang menerima banyak kritik.

Apple Intelligence adalah fitur berbasis kecerdasan buatan yang terintegrasi ke iPhone iPad dan Mac tetapi respons pengguna awal tidak sesuai harapan.

Advertisement

Dengan pengalaman Subramanya mengembangkan model AI besar Apple ingin meningkatkan kualitas Apple Intelligence dan memperbaiki performa Siri.

Istilah model dasar atau foundation model merujuk pada model AI besar yang mampu mempelajari banyak data sekaligus dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti gambar teks dan suara.

Kritik terbesar selama ini adalah Siri dianggap kurang pintar jika dibandingkan dengan asisten AI pesaing seperti Google Assistant dan Copilot.

Pergantian pimpinan AI ini menjadi sinyal bahwa Apple siap memperbarui sistem dan mengambil risiko lebih besar dalam inovasi.

Menurut Business Insider keputusan ini jadi langkah strategis Apple untuk mengembalikan kepercayaan pasar terhadap kemampuan AI perusahaan.

Subramanya akan bekerja langsung di bawah Craig Federighi yang saat ini menjadi kepala pengembangan software di Apple.

Hubungan kerja itu menandakan integrasi AI akan makin diprioritaskan dalam sistem operasi seperti iOS iPadOS dan macOS.

Beberapa analis percaya Apple akan memperkenalkan pembaruan besar AI pada WWDC berikutnya untuk menunjukkan perkembangan kepemimpinan baru.

Apple bahkan disebut sedang memperluas fokus ke AI generatif yang mampu memproduksi konten otomatis seperti teks gambar dan video.

Konsumen berharap pembaruan itu bisa menghadirkan Siri yang lebih responsif lebih manusiawi dan lebih mampu memahami konteks percakapan.

Muncul spekulasi bahwa Apple juga sedang mempersiapkan kemitraan AI lebih besar dengan perusahaan teknologi lain untuk mempercepat riset.

Namun apa pun rencananya perubahan ini menunjukkan Apple ingin kembali ke posisi terdepan dalam perlombaan kecerdasan buatan.

Apple tentu harus membuktikan hasil nyata kepada pengguna bukan hanya perubahan posisi dan jabatan di dalam perusahaan.

Banyak yang menilai fokus baru Apple akan menentukan masa depan produk dan layanan mereka dalam sepuluh tahun ke depan.

Penggemar teknologi kini menunggu apakah Amar Subramanya mampu membawa Apple melesat dan membalikkan kritik yang selama ini menghantui Apple Intelligence.

Harapan terbesar ada pada kemampuan Apple untuk menciptakan layanan AI yang benar benar berguna dan memberikan pengalaman berbeda bagi penggunanya. (KT)

Advertisement
Editor : ALengkong
Sumber : business insider, Reuters, TechCrunch

Artikel Terkait

AI Milik OpenAI Meretas Mandiri Perusahaan AI Lain

AI Milik OpenAI Meretas Mandiri Perusahaan AI Lain

OpenAI mengungkap sebuah insiden keamanan yang disebut sebagai salah satu kasus pertama ketika sistem AI melakukan tindakan peretasan secara mandiri terhadap perusahaan AI lain. Perusahaan pembuat ChatGPT itu....

Foto dan Suara Sri Sultan Dicatut untuk Penipuan Pakai AI, Diskominfo Jogjakarta Pastikan Video 100 Persen Palsu

Foto dan Suara Sri Sultan Dicatut untuk Penipuan Pakai AI, Diskominfo Jogjakarta Pastikan Video 100 Persen Palsu

Kejahatan siber memakai artificial intelligence (akal imitasi/AI) menyasar Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Pelaku mencatut foto dan suara Sultan untuk melancarkan aksi....

Google Ungkap Serangan Siber AI Berskala Industri

Google Ungkap Serangan Siber AI Berskala Industri

LONDON – Laporan terbaru dari Google mengungkap perubahan drastis dalam situasi keamanan siber global. Dalam waktu hanya tiga bulan, praktik peretasan berbasis akal imitasi (AI) berkembang dari ancaman awal menjadi....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer