Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Pendapatan Telkom Turun, tapi Laba Tetap Terjaga

Pratama Karamoy • Rabu, 13 Mei 2026 | 15:38 WIB
HILANGKAN BLANK SPOT: Petugas memantau perangkat Community Gateway Stasiun Bumi Sedang (SBS) Telkomsat, anak usaha PT Telkom Indonesia di Wamena, Kabupaten Jayawijaya (8/5). Segmen business to consumer masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.
HILANGKAN BLANK SPOT: Petugas memantau perangkat Community Gateway Stasiun Bumi Sedang (SBS) Telkomsat, anak usaha PT Telkom Indonesia di Wamena, Kabupaten Jayawijaya (8/5). Segmen business to consumer masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.

 

SURABAYA — PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) menutup tahun buku 2025 dengan tekanan pada sisi pendapatan. Meskipun demikian, perusahaan pelat merah tersebut masih mampu menjaga profitabilitas di tengah ketatnya kompetisi industri telekomunikasi dan perubahan pola konsumsi digital masyarakat.

Sepanjang 2025, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 146,7 triliun. Angka tersebut turun 2,15 persen dibandingkan realisasi 2024 yang mencapai Rp 149,96 triliun.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, kinerja perseroan tetap mencerminkan keberlanjutan bisnis di tengah proses transformasi perusahaan. "Dengan pendapatan yang ada, perusahaan masih mencatat laba bersih sebesar Rp 17,8 triliun. Margin laba bersih kami juga tetap terjaga di level 12,1 persen," ujarnya kemarin (12/5).

Baca Juga: Minyak Mentah Rusia Segera Masuk Indonesia

Segmen business to consumer (B2C) masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan. Melalui Telkomsel sebagai operating company (OpCo) B2C, perseroan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp 109,2 triliun selama 2025.

Dian menjelaskan, meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital berkualitas mendorong trafik data tumbuh signifikan hingga 15 persen secara tahunan (YoY).

Pada segmen business to business (B2B) infrastructure, Telkom terus memaksimalkan sinergi infrastruktur digital nasional. Perseroan kini memiliki backbone serat optik lebih dari 210 ribu kilometer, jaringan menara telekomunikasi di seluruh Indonesia, layanan data center dan cloud, hingga konektivitas satelit untuk menjangkau wilayah blank spot. "Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan mendukung ketahanan digital Indonesia yang inklusif," katanya. (bil/dio)

Editor : Pratama Karamoy
#Telkom #Bisnis #Ekonomi