Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Indonesia Kebanjiran Beras di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global

ALengkong • Jumat, 24 April 2026 | 11:08 WIB
Gudang Bulog yang penuh dengan tumpukan karung beras, mencerminkan surplus beras bersejarah di Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Gudang Bulog yang penuh dengan tumpukan karung beras, mencerminkan surplus beras bersejarah di Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.

Jagosatu.com - Di tengah konflik Timur Tengah yang memicu kekhawatiran krisis pangan global, Indonesia justru mencatatkan surplus beras bersejarah. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan stok beras Bulog mencapai 5 juta ton pada April 2026 — tertinggi sepanjang sejarah.

"Dengan stok beras Bulog 5 juta ton, kita bisa ekspor 500.000 ton," ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat stok beras nasional diprediksi bakal tembus 16 juta ton secara keseluruhan, dengan 11 komoditas pangan lainnya juga dalam posisi surplus.

Gudang Bulog saat ini sudah penuh. Bulog bahkan harus menambah sewa 1 juta ton ruang penyimpanan untuk menampung hasil panen. Stafsus Menteri Pertanian mengakui, "Kita kesulitan menyimpan."

Pimpinan DPD RI menyoroti persoalan distribusi dan stabilitas harga beras. Meski stok melimpah, distribusi yang merata dan harga yang stabil di tingkat konsumen masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi.

Sementara itu, Kementerian Pertanian memastikan stok beras aman hingga 11 bulan ke depan untuk menghadapi ancaman Godzilla El Nino. Langkah antisipatif ini penting mengingat fenomena cuaca ekstrem dapat mengganggu produksi pangan nasional.

Mentan Amran juga membawa para pengkritiknya untuk melihat langsung gudang beras Bulog, sambil bercerita tentang upaya melawan middleman atau mafia pangan yang selama ini meresahkan petani.

Di sisi lain, cadangan beras pemerintah yang mencapai 4,95 juta ton disoroti sebagai capaian positif dalam ketahanan pangan nasional.

Situasi surplus ini kontras dengan kondisi global. Konflik Iran dan ketegangan di Selat Hormuz telah mengganggu rantai pasok pangan dunia. Kenaikan biaya bahan bakar dan tarif memicu gangguan pengiriman barang termasuk pupuk dan obat-obatan, yang berdampak pada produksi pangan di berbagai negara.

Dengan stok beras melimpah di tengah ketidakpastian global, Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

sumber: Kompas.com, reuters.com

Editor : ALengkong
#Surplus Beras #Ketahanan Pangan #pangan #Bulog #beras