Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Wanita Berisiko Mengalami Mata Kering Akibat Penggunaan Riasan Mata.

Aryanti Sasamu • Selasa, 18 Juli 2023 | 20:35 WIB
Dokter Spesialis Mata dan Ketua Contact Lens Service JEC Hospitals and Clinics Dr. dr. Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE dalam JEC Talks - Peringatan Bulan Kesadaran Mata Kering di JEC Eye Hospitals and Clin
Dokter Spesialis Mata dan Ketua Contact Lens Service JEC Hospitals and Clinics Dr. dr. Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE dalam JEC Talks - Peringatan Bulan Kesadaran Mata Kering di JEC Eye Hospitals and Clin

JAGOSATU.COM - Dokter spesialis mata dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr. dr. Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE, menyatakan bahwa penggunaan riasan mata seperti celak atau eye liner dapat meningkatkan risiko mata kering pada wanita dibandingkan dengan laki-laki.

Kebetulan faktor risiko ini lebih banyak ada pada wanita, misalnya pemakaian make up mata, ujar Tri, yang juga merupakan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), dalam diskusi kesehatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Bulan Kesadaran Mata Kering di Jakarta.

Mata kering merupakan sebuah penyakit atau kelainan pada permukaan mata yang disebabkan oleh ketidakstabilan air mata.

Gejala umumnya meliputi rasa tidak nyaman pada mata seperti adanya benda asing, rasa kering, kemerahan, sensasi berpasir, peningkatan produksi kotoran mata, lengket, dan berair.

Tri menjelaskan bahwa air mata terdiri dari tiga lapisan. Lapisan terluar adalah lapisan minyak yang berfungsi untuk mencegah penguapan air mata.

Baca Juga: Topan Talim Menghantam Provinsi Guangdong: Otoritas Siaga dengan Tim Penyelamatan

Lapisan kedua adalah lapisan air, sedangkan lapisan terdalam adalah lapisan mucin yang melekat langsung pada kornea.

Menurut Tri, riasan mata yang tidak dibersihkan dengan benar dapat menutupi saluran keluar kelenjar minyak yang terletak di kelopak mata. Akibatnya, lapisan minyak tidak mampu melapisi air mata dengan baik sehingga air mata cepat menguap dan menyebabkan mata menjadi kering.

Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis mata dr. Nina Asrini Noor, SpM, yang juga lulusan FKUI, menambahkan bahwa riasan mata yang menutupi waterline atau area di tepi kelopak mata bagian atas dan bawah dapat menghambat keluarnya air mata.

Waterline adalah tempat di mana pori-pori kelenjar air mata kita berada. Air mata sebenarnya keluar melalui kelenjar-kelenjar tersebut, termasuk yang berada di tepi kelopak mata.

Jika tepi kelopak mata ditutupi oleh riasan, pori-pori akan tersumbat, sehingga air mata tidak bisa keluar dengan lancar dan menyebabkan mata menjadi kering, jelas Nina.

Oleh karena itu, Nina mengatakan bahwa penting untuk membersihkan riasan mata dengan benar agar tidak ada sisa-sisa riasan yang menutupi pori-pori kelenjar air mata.

Meskipun belum ada batasan waktu maksimal untuk menggunakan riasan mata, Nina menyarankan untuk menghindari penggunaan riasan di area waterline. Hal ini tidak hanya untuk mencegah mata kering, tetapi juga untuk mencegah infeksi.

Baca Juga: Respons Liverpool Terkait Kabar Kedatangan Jordan Henderson dan Fabinho ke Arab Saudi

Jadi, eye liner yang digunakan di area waterline sebaiknya dihindari. Tidak hanya karena dapat menutup pori-pori, tetapi juga dapat menyebabkan infeksi. Jadi, sebaiknya waterline tidak digunakan sama sekali," tambah Nina.

Namun, untuk riasan mata yang digunakan di bagian lain, tidak masalah. Asalkan dibersihkan dengan maksimal. Jadi, jika hanya menggunakan eye shadow atau eye liner di bagian luar, itu tidak masalah, tambahnya.(antara)

Editor : Aryanti Sasamu
#eye liner #riasan mata #mata kering