Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Menggali Lebih Dalam, Alasan Ilmiah Mengapa Kita Sering Merasa Ngantuk Setelah Makan.

Aryanti Sasamu • Rabu, 9 Agustus 2023 - 14:17 WIB
Ilustrasi mengantuk setelah makan. (Istimewa)
Ilustrasi mengantuk setelah makan. (Istimewa)

JAGOSATU.COM - Makanan telah lama menjadi sumber utama energi bagi tubuh. Namun, mengapa seringkali kita merasa kantuk setelah makan? Sleep Foundation menyebut fenomena ini sebagai "food coma" atau istirahat makan, di mana rasa kantuk muncul setelah kita menyelesaikan makan.

Ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan mengapa kita merasa sangat kantuk setelah makan, dan berikut ini adalah penjelasannya:

Kenaikan Gula Darah

Claire Shortt, seorang pakar gizi, menjelaskan bahwa ada banyak faktor yang dapat membuat tubuh merasa lelah, mengantuk, dan ingin tidur setelah makan. Salah satunya adalah aktivitas yang terjadi di usus dan seluruh tubuh saat kita makan.

Shortt juga menjelaskan bahwa makanan memicu serangkaian aktivitas di dalam usus dan seluruh tubuh, dan fluktuasi kadar gula darah setelah makan dapat menyebabkan rasa lelah dan kantuk yang tiba-tiba.

Konsumsi makanan yang tinggi gula dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepat, lalu turun dengan cepat juga, ungkap Claire Shortt seperti yang dikutip dari Medical News Today.

Selain dari jumlah makanan yang banyak, makanan dengan kandungan garam dan protein yang tinggi juga dianggap dapat memicu kantuk.

Baca Juga: Menelaah Penggunaan Spons Jaring dan Loofah saat Mandi, Apakah Layak Digunakan?

Melewatkan Sarapan Berkaitan dengan tekanan darah, penelitian oleh Dr. Tomonori Kishino dari Universitas Kyorin, Jepang, menunjukkan bahwa orang yang melewatkan sarapan mengalami penurunan aliran darah di otaknya setelah makan siang.

Hal ini menyebabkan orang yang tidak sarapan memiliki risiko lebih tinggi merasakan kantuk di siang hari.

Melewatkan sarapan dapat memberikan beban berat pada tubuh setelah makan siang, dengan mengakibatkan perubahan besar dalam aliran darah, ujar Dr. Tomonori Kishino sebagaimana dikutip dari jurnal Clinical Physiology and Functional Imaging.

Hormon Kesenangan Hormon serotonin, yang dikenal sebagai "hormon bahagia," juga memiliki efek samping yang memicu kantuk setelah makan.

Romain Meeusen dan timnya dalam jurnal Sports Medicine menjelaskan bahwa serotonin terkait dengan rasa lelah karena dampaknya pada tidur, kantuk, dan kurangnya motivasi. Namun, perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

"Serotonin memainkan peran penting dalam suasana hati dan siklus tidur. Kenaikan kadar setelah makan bisa membuat tubuh merasa mengantuk," kata Romain Meeusen.

Makanan Pemicu Kantuk

Makanan yang mengandung asam amino triptofan juga dapat memicu kantuk, karena triptofan berkontribusi pada produksi serotonin. Makanan yang mengandung triptofan biasanya kaya protein, seperti keju, telur, dan tahu.

Sebaliknya, makanan seperti ceri dan susu dapat meningkatkan kadar melatonin. Penelitian oleh B Claustrat dan J Lestin dalam jurnal Neurochirurgie mengungkapkan bahwa kadar melatonin yang tinggi membantu mengatur ritme sirkadian seseorang, yang mencakup ritme alami bangun tidur.

Baca Juga: Ekspresi Global Kulit Garut dengan Kehadiran Poppy Dharsono di Moscow Creative Week 2023

Di sisi lain, asupan lemak dan karbohidrat tinggi memiliki potensi untuk memicu kantuk karena dapat mengganggu ritme tidur alami tubuh.(jpg)

 

 

Editor : Aryanti Sasamu
#makan #mengantuk #food coma