Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Penolakan UMKM Depot Air Minum terhadap Rencana Pelabelan BPA yang Diusulkan oleh Pemerintah

Aryanti Sasamu • Kamis, 24 Agustus 2023 - 15:05 WIB
Ilustrasi galon air minum. (Istimewa)
Ilustrasi galon air minum. (Istimewa)

JAGOSATU.COM - Rencana pemerintah untuk memberikan pelabelan BPA pada kemasan galon guna ulang telah menemui penolakan dari kalangan pengusaha UMKM yang bergerak di depot air minum isi ulang.

Mereka berpendapat bahwa langkah ini berpotensi merugikan usaha mereka karena banyak konsumen yang menggunakan galon polikarbonat berbagai merek.

Pengusaha depot air juga mengkhawatirkan bahwa penambahan label negatif pada galon tersebut dapat menciptakan persepsi yang kurang menguntungkan.

Mayutan, penyedia jasa pengisian air minum di Ciputat, secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap wacana pelabelan BPA.

Ia menganggap bahwa pelabelan tersebut merupakan bagian dari persaingan bisnis dengan produsen air minum dalam kemasan (AMDK) yang lebih besar.

Mengapa hanya galon keras polikarbonat yang diberi label negatif? Padahal menurut pengetahuan saya, galon tipis PET juga memiliki potensi bahaya seperti EG, DEG, dan Antimon, ujar Mayutan dalam pernyataan tertulis.

Selain itu, Mayutan menyoroti bahwa rencana pelabelan ini tampaknya lebih condong kepada mendukung usaha besar.

Baca Juga: Taktik Menghadapi Polusi Udara, Masker Kain Dilengkapi Filter PM 2.5 sebagai Opsi Masyarakat

Pelabelan ini seakan hanya ditujukan kepada galon guna ulang saja, seolah-olah ini hanya berkaitan dengan persaingan bisnis besar," katanya.

Ia juga mengklaim bahwa tidak pernah ada keluhan kesehatan dari konsumen yang menggunakan air isi ulang dari galon polikarbonat.

Mayutan, yang telah menjalankan usaha air minum ini selama bertahun-tahun, mempertanyakan dasar dari wacana ini dan menilai bahwa galon guna ulang telah melalui berbagai tahap penelitian dan uji laboratorium sebelum dihadirkan kepada konsumen.

Mayutan pribadi mengakui bahwa ia lebih menyukai penggunaan galon guna ulang daripada galon sekali pakai karena galon sekali pakai menyebabkan penumpukan sampah.

Menurutnya, perhatian seharusnya tertuju pada pengurangan limbah plastik daripada fokus pada pelabelan BPA.

Mus, pemilik depot air lainnya, juga skeptis terhadap isu yang mengaitkan galon guna ulang dengan dampak kesehatan.

Baginya, isu tersebut hanyalah hoaks yang digunakan untuk menjatuhkan pihak tertentu. Ia berharap bahwa kebijakan yang diambil pemerintah akan memihak pada para pelaku usaha kecil dan mempertimbangkan dampaknya pada sektor UMKM.

Mus juga mengkritik kebijakan yang dianggapnya dapat merugikan pengusaha kecil dan masyarakat.

Ia mengemukakan pandangannya bahwa kebijakan semacam itu dapat menciptakan perpecahan di masyarakat.

Baca Juga: Taktik Menghadapi Polusi Udara, Masker Kain Dilengkapi Filter PM 2.5 sebagai Opsi Masyarakat

Pemerintah belakangan ini telah berupaya mengeluarkan aturan BPA bagi kemasan AMDK guna ulang dengan alasan potensi gangguan kesehatan bagi konsumen yang menggunakan air dari galon tersebut.

Namun, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, membantah isu tersebut.

Ia menegaskan bahwa galon guna ulang aman digunakan oleh masyarakat dan menyuarakan kebutuhan akan dasar yang kuat untuk informasi yang mengaitkan galon tersebut dengan masalah kesehatan.

Hermawan juga mempertanyakan landasan dari informasi yang menyebutkan adanya potensi gangguan kesehatan akibat penggunaan galon guna ulang.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang dapat membuktikan klaim tersebut. Sampai saat ini, tidak ada penelitian atau kajian yang mengaitkannya. Tampaknya ini merupakan hoaks, kata Hermawan.

Menurut Hermawan, upaya penyebaran informasi negatif tersebut justru dapat merugikan masyarakat, karena dapat menimbulkan rasa takut dan ketidakpercayaan terhadap air minum.

Ia menekankan bahwa air minum seharusnya dikonsumsi dengan cukup, dan klaim mengenai kaitannya dengan masalah kemandulan dan lainnya tidak memiliki dasar ilmiah.(jpg)

Editor : Aryanti Sasamu
#UMKM #Galon #galon air isi ulang #bpa