JAGOSATU.COM - Jakarta, Nita Yulianis, Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), telah menyampaikan bahwa saat ini pemerintah sedang mengadvokasi gerakan "Selamatkan Pangan" sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan sampah makanan di Indonesia.
Menurut data dari Badan Pangan Dunia (FAO), sekitar 1,3 miliar ton pangan terbuang, yang setara dengan sepertiga dari total produksi pangan global. Dalam konteks ini, Badan Pangan Nasional mencatat bahwa setiap individu di Indonesia rata-rata membuang 115 - 184 kg sampah makanan per tahun.
Nita menjelaskan, Kami berupaya mendorong gerakan 'Selamatkan Pangan' karena makanan yang masih dapat dimanfaatkan sering kali terbuang, padahal sebenarnya masih bisa digunakan. Ujarannya ini diambil dari percakapan di Jakarta, sebagaimana dikutip oleh Antara pada Rabu (23/8).
Pemerintah, melalui Bapanas dan dengan kolaborasi berbagai mitra, seperti asosiasi pengusaha dan organisasi nirlaba, telah melancarkan gerakan "Selamatkan Pangan" sebagai upaya untuk mengatasi isu sampah makanan. Salah satu inisiatif yang diterapkan adalah distribusi donasi pangan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Penolakan UMKM Depot Air Minum terhadap Rencana Pelabelan BPA yang Diusulkan oleh Pemerintah
Nita menekankan, "Ketersediaan pangan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Inisiatif ini telah berlangsung selama sekitar 5 tahun dan dianggap berhasil mengurangi jumlah sampah makanan di Indonesia.
Donasi pangan dapat berasal dari masyarakat atau produsen makanan yang memiliki kelebihan pasokan untuk disalurkan kepada mereka yang memerlukan, terutama di kalangan masyarakat kurang sejahtera."
Menurut Nita, banyak makanan yang akhirnya terbuang karena perilaku konsumtif yang berlebihan.
Oleh karena itu, Nita mendorong masyarakat untuk berbelanja atau mengambil makanan dengan bijaksana agar makanan tidak berakhir sebagai limbah.
Baca Juga: Taktik Menghadapi Polusi Udara, Masker Kain Dilengkapi Filter PM 2.5 sebagai Opsi Masyarakat
Nita menambahkan, "Kolaborasi dan sinergi di antara berbagai pihak sangat penting dalam gerakan ini. Ini melibatkan sektor bisnis, komunitas, masyarakat, dan media dalam upaya bersama untuk menyelamatkan pangan melalui gerakan 'Selamatkan Pangan'.(jpg)
Editor : Aryanti Sasamu