Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Iran Rilis Peta Jalur Aman Selat Hormuz, Israel Malah Terus Serang Lebanon

Pratama Karamoy • Jumat, 10 April 2026 - 12:55 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

 DI tengah momentum jelang negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Pakistan, Israel justru tetap berulah yang bisa membahayakan upaya perdamaian. Negeri Yahudi itu terus melancarkan serangan ke Lebanon dan menewaskan ratusan orang. 

Mengutip Euro News, tanda awal meredanya ketegangan terlihat dari mulai dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Tanker NJ Earth berbendera Yunani dan Daytona Beach berbendera Liberia menjadi yang pertama melintas setelah kesepakatan gencatan senjata dua pekan Iran-AS diumumkan Rabu (8/4) lalu.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan, pelayaran dibuka dengan pengaturan ketat. "Kapal-kapal akan diizinkan melewati selat dengan jaminan aman selama dua minggu melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," ujarnya, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Korps Garda Revolusi Iran bahkan merilis peta jalur aman untuk membantu kapal menghindari ranjau laut. Kapal diarahkan mengambil rute lebih utara yang mendekati wilayah Iran.

 

Baca Juga: Stok Pangan Aman hingga 11 Bulan

 

Meski demikian, Lloyd’s List melaporkan, lebih dari 80 kapal masih tertahan di kawasan Teluk. Pelaku industri memperkirakan lalu lintas belum akan kembali normal dalam waktu dekat. Kepala Divisi Kelautan dan Penerbangan Lloyd’s Market Association Neil Roberts menyebut, gencatan senjata memang kabar baik, tetapi belum cukup.

"Dari sudut pandang asuransi, gencatan senjata tentu saja disambut baik. Tetapi, sangat tidak mungkin perdagangan ke Teluk akan langsung berlanjut," ujarnya, seperti dikutip dari France24.

 

 

Korban Berjatuhan

Di tengah dinamika tersebut, situasi di Lebanon justru memburuk. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, serangan ke Lebanon akan terus berlanjut karena kesepakatan gencatan tak termasuk Lebanon. "Kami akan terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan, presisi, dan tekad," ujarnya kemarin.

Menteri Kesehatan Lebanon Rakan Nassereddine menyebut, korban terus berjatuhan. Sedikitnya 203 orang tewas dan lebih dari 1.000 lainnya terluka.

Kecaman juga datang dari PBB. Dilansir Tasnim News Agency, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan, serangan Israel mengancam proses damai. (lyn/ttg)

Editor : Pratama Karamoy
#global