Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kapal Terbalik, 250 Pengungsi Rohingya Hilang

Pratama Karamoy • Kamis, 16 April 2026 - 16:38 WIB
EVAKUASI: Para petugas pantai menyelamatkan pengungsi Rohingya yang tenggelam di Laut Andaman. Sebagian korban belum ditemukan.
EVAKUASI: Para petugas pantai menyelamatkan pengungsi Rohingya yang tenggelam di Laut Andaman. Sebagian korban belum ditemukan.

 

DHAKA – Sekitar 250 pengungsi Rohingya dan warga Bangladesh dilaporkan hilang setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik di Laut Andaman. Informasi ini disampaikan UNHCR dan IOM dalam pernyataan bersama Selasa (15/4).

Kapal jenis pukat itu membawa laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Insiden terjadi akibat kombinasi cuaca buruk, gelombang tinggi, serta kelebihan muatan. Menurut mereka, kejadian tragis ini menunjukkan besarnya biaya kemanusiaan akibat pengungsian berkepanjangan dan belum adanya solusi permanen bagi etnis Rohingya.

Kapal dilaporkan berangkat dari Teknaf, Bangladesh selatan. Tujuan mereka ke Malaysia. Negara itu menjadi tujuan utama karena mayoritas penduduknya Muslim dan memiliki komunitas diaspora Rohingya yang cukup besar.

Penjaga pantai Bangladesh menyebut satu kapal yang sedang menuju Indonesia berhasil menyelamatkan sembilan orang pada 9 April. Mereka ditemukan terapung di laut menggunakan drum dan kayu. "Petugas melihat beberapa orang mengapung di laut dan langsung mengevakuasi mereka dari perairan dalam," ujar juru bicara penjaga pantai Bangladesh Letnan Komandan Sabbir Alam Sujan seperti dilansir dari Al Jazeera.

 

Baca Juga: Menkeu Inggris Tuding AS Berperang tanpa Strategi

 

Dari sembilan korban selamat, enam orang diduga terlibat jaringan penyelundupan manusia dan kini telah ditahan polisi. Salah satu penyintas, Rafiqul Islam, mengaku tergiur janji pekerjaan di Malaysia. Dia mengatakan perjalanan berlangsung selama empat hari sebelum kapal akhirnya terbalik.

"Sebagian dari kami ditempatkan di ruang sempit. Ada yang meninggal di sana. Saya juga terkena luka bakar akibat tumpahan minyak," katanya. (lyn/gas)

Editor : Pratama Karamoy
#global