LONDON – Lima belas tahun setelah berakhirnya era Steve Jobs, Tim Cook resmi mundur dari posisi pimpinan tertinggi di Apple Inc., menandai perubahan arah strategis industri teknologi global. Pada usia 65 tahun, Cook meninggalkan perusahaan yang tidak lagi sekadar inovator perangkat, melainkan telah menjelma menjadi kekuatan ekosistem digital dengan jangkauan dan pengaruh global.
Transformasi ini mencerminkan pergeseran struktur bisnis yang mendasar. Sejak mengambil alih posisi CEO pada 2011, Tim Cook mendorong Apple Inc. melampaui identitasnya sebagai produsen perangkat keras, berkembang menjadi entitas terintegrasi yang menghubungkan perangkat, layanan, dan pengguna dalam satu ekosistem digital yang saling terhubung di berbagai pasar global.
Baca Juga: Tiongkok Desak Kamboja Berantas Judi Online
Dilansir dari The Guardian, Kamis (23/4), Cook meninggalkan perusahaan yang "membawa revolusi smartphone global dan mengubah Apple menjadi salah satu perusahaan publik paling menguntungkan dalam sejarah." Dalam pernyataannya, Tim Cook menegaskan, "Saya mencintai perusahaan ini dengan sepenuh hati dan memimpin Apple adalah kehormatan terbesar dalam hidup saya, serta rasa syukur yang tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata."
Meski demikian, perjalanan tersebut tidak sepenuhnya tanpa hambatan. Apple dinilai relatif lambat dalam mengadopsi kecerdasan buatan (AI) generatif. Selain itu, beberapa inisiatif strategis tidak mencapai ekspektasi pasar, termasuk perangkat realitas campuran Vision Pro seharga 3.500 dolar AS (sekitar Rp 60,3 juta) serta proyek mobil otonom yang dilaporkan menghabiskan sekitar 10 miliar dolar AS (Rp 172,5 triliun). (din/gas)
Editor : Pratama Karamoy