Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

AS Bakal Bebaskan Kapal di Selat Hormuz

Pratama Karamoy • Selasa, 5 Mei 2026 | 17:05 WIB
TERDAMPAR: Pengendara motor melewati kapal di Pantai Suru yang berada di sepanjang Selat Hormuz. (AFP)
TERDAMPAR: Pengendara motor melewati kapal di Pantai Suru yang berada di sepanjang Selat Hormuz. (AFP)

 

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) bersiap membebaskan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz, langkah yang langsung menuai penolakan keras dari Iran karena dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Presiden AS Donald Trump pada Minggu (3/5) mengumumkan operasi bertajuk Project Freedom untuk membantu kapal-kapal yang tertahan akibat blokade di jalur vital tersebut. Ia menyebut operasi itu dilakukan atas permintaan sejumlah negara yang kapalnya dianggap tidak terlibat konflik.

"Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami akan memandu kapal-kapal mereka keluar dengan aman dari jalur perairan terbatas ini," tulis Trump melalui media sosial.

Trump juga menegaskan banyak kapal mulai mengalami kekurangan logistik penting bagi awaknya. Ia memperingatkan setiap pihak yang mencoba mengganggu operasi akan menghadapi tindakan tegas dari militer AS.

Baca Juga: Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Gresik Serap 7.500 Tenaga Kerja

Namun, rencana tersebut berpotensi memicu eskalasi baru. Dari Teheran, Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran Ebrahim Azizi menegaskan intervensi AS akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan damai yang telah berjalan hampir sebulan. "Selat Hormuz dan Teluk Persia tidak akan dikelola oleh pernyataan delusional Trump," tulis Azizi.

 

"Selat Hormuz dan Teluk Persia tidak akan dikelola oleh pernyataan delusional Trump."

Ebrahim Azizi Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran

 

Sementara itu, United States Central Command (CENTCOM) menyatakan siap mendukung kapal niaga yang ingin melintas bebas. Meski demikian, mekanisme pengamanan belum dijelaskan secara rinci. (lyn/gas)

Editor : Pratama Karamoy
#global #selat hormuz