Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Perang Berkepanjangan Picu Kelangkaan Plastik di Jepang

Pratama Karamoy • Jumat, 5 Juni 2026 | 14:54 WIB
Ilustrasi
HEMAT: Kenaikan tajam harga solar karena krisis energi membuat para sopir truk di AS mengemudi lebih lambat untuk mengurangi biaya operasional.

 

TOKYO – Dampak konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah mulai merembet ke Jepang. Kali ini bukan sektor energi yang paling terdampak, melainkan industri plastik. Kelangkaan bahan baku membuat kantong plastik, wadah makanan, hingga sarung tangan sekali pakai mulai sulit diperoleh di berbagai wilayah.

Gangguan pasokan terjadi akibat tersendatnya distribusi nafta, bahan baku utama pembuatan plastik yang berasal dari minyak mentah. Jepang yang selama ini sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah ikut terkena imbas ketika rantai pasok energi di kawasan tersebut terganggu akibat perang.

Data Asosiasi Industri Petrokimia Jepang menunjukkan produksi polietilena yang digunakan untuk membuat kantong belanja dan kantong sampah pada Maret lalu merosot 62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan juga terjadi pada berbagai jenis produk plastik lainnya.

Kelangkaan mulai dirasakan langsung oleh pelaku usaha. Manajer sebuah supermarket di Kawasaki, pinggiran Tokyo, Takeshi Takanohira, mengatakan tokonya terpaksa mengurangi penggunaan kantong plastik untuk buah dan sayuran. Bahkan baki plastik kecil yang biasa digunakan untuk mengemas produk segar sudah tidak tersedia.

"Sejak bulan lalu kami tidak bisa mendapatkan baki plastik kecil yang biasa digunakan untuk beberapa produk. Kami terpaksa menjualnya tanpa kemasan itu," ujarnya.

Pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan gangguan tersebut bersifat sementara dan berkaitan dengan distribusi pasokan. Namun, pelaku industri memperingatkan situasi dapat memburuk sepanjang Juni jika pasokan nafta dari Timur Tengah belum kembali normal. (lyn/gas)

Editor : Pratama Karamoy
#global #plastik #Jepang