PARIS – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam kembali mengembargo sektor minyak Rusia sebagai bagian dari upaya meningkatkan tekanan terhadap Moskow agar bersedia berunding terkait perang di Ukraina.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menghadiri KTT G7 di Évian-les-Bains, Selasa (16/6) waktu setempat. Menurut Trump, Washington sebelumnya menangguhkan sanksi terhadap minyak Rusia untuk menghindari gangguan pasokan energi global ketika konflik antara Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan harga minyak dunia.
Namun, setelah tercapainya gencatan senjata antara kedua negara, AS menilai kondisi pasar energi kini memungkinkan penerapan kembali sanksi terhadap sektor energi Rusia. "Kami mencabut sanksi karena jelas kami tidak ingin menghambat produksi minyak. Tetapi kami berada dalam posisi untuk segera melakukan itu," kata Trump.
Ancaman tersebut muncul setelah para pemimpin G7 dan Uni Eropa bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Dalam pertemuan itu, para pemimpin negara maju membahas langkah-langkah baru untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Rusia.
Menurut sejumlah pejabat Eropa yang mengetahui jalannya pembicaraan, negara-negara G7 sepakat memperkuat tekanan ekonomi guna memaksa Presiden Rusia, Vladimir Putin, kembali ke meja perundingan.
Baca Juga: Kementerian Pekerjaan Umum: Optimistis 93 Sekolah Rakyat Fungsional Bulan Ini
Trump juga mengaku telah bertemu Presiden Prancis, Emmanuel Macron, serta Zelenskyy di sela-sela KTT. Ia berencana melanjutkan pembicaraan bilateral dengan pemimpin Ukraina tersebut untuk membahas perkembangan perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun. (lyn/gas)
Editor : Pratama Karamoy