Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Hindari Jangkauan Rudal Tiongkok, AS Bangun Gudang Senjata di Australia

Pratama Karamoy • Kamis, 18 Juni 2026 | 16:39 WIB
LEBIH AMAN: Senjata-senjata tentara AS akan disimpan di gudang Australia untuk menghindari serangan Tiongkok. (SPENCER PLATT/GETTY IMAGES/AFP)
LEBIH AMAN: Senjata-senjata tentara AS akan disimpan di gudang Australia untuk menghindari serangan Tiongkok. (SPENCER PLATT/GETTY IMAGES/AFP)

 

SIDNEY – Amerika Serikat (AS) berencana membangun gudang persenjataan permanen bagi Korps Marinir di Australia. Fasilitas yang berlokasi di negara bagian Victoria, Australia tenggara, itu dinilai strategis karena berada di luar jangkauan sebagian besar rudal Tiongkok.

Rencana tersebut terungkap dalam dokumen tender militer Amerika yang menunjukkan alokasi dana sebesar USD 30 juta atau sekitar Rp 490 miliar untuk pembangunan gudang dan fasilitas pendukung. Persenjataan akan disimpan di Melbourne sebelum dipindahkan ke pangkalan militer Bandiana. Fasilitas itu ditargetkan mencapai kapasitas penuh pada 2028.

Pembangunan gudang senjata tersebut menjadi bagian dari upaya Washington memperkuat kesiapan militernya di kawasan Indo-Pasifik. Pentagon juga mengajukan tambahan anggaran sebesar USD 500 juta kepada Kongres Amerika tahun depan untuk memperluas penyimpanan peralatan dan bahan bakar militer di kawasan tersebut sebagai langkah mengantisipasi meningkatnya kekuatan militer Tiongkok.

Juru bicara US Marine Corps Forces Pacific mengatakan fasilitas di Australia akan mendukung kesiapan operasi militer Amerika di kawasan. "Keberadaan Korps Marinir di Australia mendukung sistem logistik global yang terintegrasi dengan menjaga peralatan dan pasokan agar selalu siap digunakan dalam operasi maupun latihan di kawasan Indo-Pasifik," ujarnya kepada AFP.

Baca Juga: Trump Ancam Embargo Minyak Rusia, Paksa Moskow Kembali Berunding dengan Ukraina

Saat ini sekitar 2.000 Marinir AS secara bergiliran menjalani latihan selama enam bulan setiap tahun di Darwin, Australia Utara. Namun, sejumlah analis menilai wilayah utara Australia semakin rentan terhadap ancaman rudal balistik Tiongkok. (lyn/gas)

Editor : Pratama Karamoy
#global