Arkeologi Bali Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Jawa Kalimantan Kesehatan Lifestyle & Hiburan Maluku Nasional Nusa Tenggara Timur Olahraga Papua Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Salip Amazon, SpaceX Jadi Perusahaan Terbesar Kelima Dunia Setelah Debut di Bursa Saham

Pratama Karamoy • Kamis, 18 Juni 2026 | 16:44 WIB
STRATEGI EKSPANSI: Karyawan SpaceX merayakan penutupan pasar penawaran umum perdana SpaceX di Nasdaq Marketsite, New York, pekan lalu (12/6). (AFP)
STRATEGI EKSPANSI: Karyawan SpaceX merayakan penutupan pasar penawaran umum perdana SpaceX di Nasdaq Marketsite, New York, pekan lalu (12/6). (AFP)

 

LONDON – Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, berhasil menyalip Amazon dan masuk jajaran lima perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Kapitalisasi pasar SpaceX sempat mencapai titik tertinggi USD 2,97 triliun untuk melampaui Amazon di kisaran USD 2,65 triliun sebelum kemudian stabil di sekitar USD 2,66 triliun pada penutupan perdagangan.

Pergerakan tersebut terjadi di tengah akselerasi strategi ekspansi SpaceX yang tidak hanya berfokus pada sektor antariksa, tetapi juga merambah pengembangan teknologi berbasis akal imitasi (AI). Investor merespons langkah ini sebagai sinyal bahwa SpaceX sedang berevolusi menjadi entitas teknologi terintegrasi dengan skala pengaruh yang jauh lebih luas dari sebelumnya.

"SpaceX milik Elon Musk mampu melampaui Amazon sebagai perusahaan dengan nilai pasar terbesar kelima di dunia tak bisa lepas karena beberapa hari sebelumnya melakoni debut di bursa saham," tulis The Guardian.

Analis PitchBook, Franco Granda, menilai struktur valuasi tinggi SpaceX memberi perusahaan ruang lebih besar dalam melakukan akuisisi strategis tanpa tekanan pendanaan konvensional. "IPO (penawaran perdana saham ke publik, Red) memberikan SpaceX valuasi dan 'mata uang premium' untuk melakukan akuisisi besar hanya dalam hitungan hari setelah melantai di bursa," tutur Granda.

Baca Juga: Hindari Jangkauan Rudal Tiongkok, AS Bangun Gudang Senjata di Australia

Akuisisi Cursor

Bukan hanya itu. SpaceX juga baru saja menyetujui pembelian startup di balik aplikasi coding berbasis AI, Cursor, senilai USD 60 miliar untuk memanfaatkan kesuksesan teknologi tersebut sebagai alat bantu pemrograman.

Akuisisi startup Cursor yang berada di bawah Anysphere memperkuat posisi SpaceX dalam ekosistem AI. Aplikasi coding berbasis AI tersebut telah digunakan oleh lebih dari satu juta pengembang, menjadikannya salah satu alat yang memiliki pengaruh besar dalam proses pengembangan perangkat lunak modern. Akses terhadap ekosistem ini dinilai strategis untuk memperkuat kapabilitas model AI internal SpaceX. (din/dns)

Editor : Pratama Karamoy
#global #SpaceX