JAGOSATU.COM - Sebanyak 189.000 penduduk Sulawesi Utara (Sulut) diklasifikasikan sebagai miskin, sesuai dengan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023.
Angka ini menunjukkan sedikit peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 185,14 (lihat grafis).
Data menunjukkan bahwa empat kabupaten kota memiliki jumlah penduduk miskin yang signifikan, dengan Manado menjadi kota dengan jumlah tertinggi di Sulut, mengungguli beberapa kota dan kabupaten lainnya.
Di sisi lain, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk miskin terkecil.
Kepala BPS, Novri Mokoagouw, mengungkapkan bahwa hasil survei sosial ekonomi nasional Maret 2023 mencatat penurunan yang signifikan.
Menurut Mokoagouw, indeks kedalaman kemiskinan (P1) mengecil menjadi 0,93 dari 1,17 sebelumnya, mencerminkan upaya pendekatan terhadap garis kemiskinan di Kota Manado.
Tingkat keparahan kemiskinan juga mengalami penurunan, dari 0,29 menjadi 0,23 pada tahun 2023, menunjukkan peningkatan kesenjangan pengeluaran antara penduduk miskin semakin berkurang.
"Dari data ini, dapat disimpulkan bahwa program pengentasan kemiskinan memberikan dampak positif yang signifikan dalam menurunkan tingkat kemiskinan di Kota Manado," ungkap Mokoagouw kepada Manado Post, belum lama ini.
Frederik Lolong SAB, seorang pemerhati, mengapresiasi tren penurunan jumlah penduduk miskin di Manado.
Meskipun persentasinya turun sedikit, dari 25,38 ribu pada 2022 menjadi 25,17 ribu pada 2023.
Lolong menyatakan bahwa masih ada pekerjaan serius yang harus dilakukan.
"Meskipun demikian, Kota Manado masih berada di peringkat atas dalam jumlah angka kemiskinan jika dibandingkan dengan kabupaten dan kota lainnya di Sulut.
Baca Juga: 7 Khasiat Ketumbar untuk Kesehatan, dari Menurunkan Gula Darah hingga Menjaga Kesehatan Kulit
Ini tentu bukan hanya tugas pemerintah, melainkan memerlukan partisipasi dan peran dari pihak terkait lainnya," nilai Lolong.
Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, sebelumnya mengungkapkan bahwa intervensi penanggulangan kemiskinan di Kota Manado dilakukan di 11 kecamatan, dengan 5 kecamatan terbesar yaitu Tuminting, Singkil, Wanea, Mapanget, dan Paal Dua.
Tingkat kemiskinan di Kota Manado pada tahun 2022 mengalami penurunan sebesar 0,34 poin dari 6,19 persen (2021) menjadi 5,58 persen, seiring dengan penurunan jumlah penduduk miskin dari 26.780 jiwa menjadi 25.380 jiwa," sebut Sualang.
Sualang menuturkan, beberapa program yang dilaksanakan Pemkot Manado antara lain pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja, program perlindungan dan jaminan sosial, dan lainnya.
Juga dikatakan Sualang, program kegiatan percepatan penurunan kemiskinan Kota Manado pada tahun 2022 memiliki anggaran target sebesar 389,9 miliar rupiah, dengan realisasi sebesar 91,99 persen atau sekitar Rp 353,1 miliar. (mpo)
Editor : Tina Mamangkey