Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Diplomasi Prabowo Berbuah Tarif Nol Persen untuk 173 Pos Komoditas Pertanian di AS

Toar Rotulung • 2026-02-23 15:00:00

Diplomasi ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto membuahkan hasil konkret bagi sektor pertanian nasional. (Kementan)
Diplomasi ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto membuahkan hasil konkret bagi sektor pertanian nasional. (Kementan)

JAGOSATU.COM - Diplomasi ekonomi yang dipimpin Prabowo Subianto membuahkan hasil konkret bagi sektor pertanian nasional. Melalui kesepakatan dagang resiprokal Indonesia–Amerika Serikat, sebanyak 173 pos tarif (HS Code) yang mencakup 53 kelompok komoditas pertanian dan turunannya resmi dibebaskan dari bea masuk menjadi 0 persen di pasar Amerika Serikat.

Perjanjian dalam kerangka Agreements on Reciprocal Trade (ART) tersebut ditandatangani Presiden Prabowo bersama Donald Trump sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis kedua negara. Kesepakatan ini tertuang dalam dokumen bertajuk Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa secara keseluruhan terdapat 1.819 pos tarif produk Indonesia—baik sektor pertanian maupun industri—yang dibebaskan dari bea masuk ke pasar AS.

“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah 0%,” tegas Airlangga.

Dari sektor pertanian, komoditas yang memperoleh fasilitas tarif 0 persen meliputi buah tropis seperti pisang, nanas, mangga, durian, dan pepaya; kopi dengan enam pos tarif; teh hijau dan teh hitam; serta aneka rempah strategis seperti lada, pala, cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, dan kunyit.

Selain itu, kakao dan turunannya, minyak sawit, palm kernel oil, buah dan inti kelapa sawit, produk olahan buah, tepung dan pati berbasis singkong serta sagu, hingga pupuk mineral berbasis kalium juga masuk dalam daftar bebas tarif.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pembebasan tarif tersebut merupakan hasil negosiasi strategis yang berpihak pada kepentingan nasional, khususnya petani dan pelaku usaha sektor pertanian.

“Pembebasan tarif pada puluhan komoditas pertanian ini benar-benar hasil negosiasi yang berpihak pada petani kita. Produk pertanian kita bisa masuk pasar global dengan akses yang lebih adil dan kompetitif,” ujarnya.

Menurutnya, akses tarif nol persen ke pasar Amerika Serikat—yang memiliki nilai perdagangan sangat besar—akan meningkatkan daya saing harga produk Indonesia secara signifikan. Dari sisi struktur biaya, penghapusan bea masuk akan memperbaiki margin eksportir sekaligus memperluas penetrasi pasar.

Mentan Amran menambahkan, Kementerian Pertanian akan memastikan peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar internasional, serta kesinambungan pasokan agar peluang ekspor dapat dimanfaatkan optimal.

Sebelumnya, dalam forum Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, kedua negara juga menandatangani sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) guna memperkuat implementasi kesepakatan dagang resiprokal tersebut.

Dengan dibebaskannya 173 pos tarif sektor pertanian menjadi 0 persen, pemerintah optimistis ekspor komoditas unggulan nasional akan meningkat seiring naiknya daya saing harga produk Indonesia di pasar Amerika Serikat. Momentum ini dinilai sebagai langkah strategis memperluas akses pasar global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok internasional.

Editor : Toar Rotulung
#ekspor pertanian #Andi Amran Sulaiman #Prabowo Subianto #Donald Trump #Tarif Nol Persen