Pembacaan Alkitab : Yudas 1:17-19
TEMA : JANGAN JADI PENGEJEK
"... Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka." (ay.18)
Dalam sebuah komunitas, salah satu hal penting yang mesti dijaga adalah kesatuan tujuan. Jika setiap anggota komunitas tidak lagi mempunyai tujuan yang sama karena masing-masing memiliki tujuan sendiri.
Lalu memperlihatkan sikap merendahkan atau mengejek sesama anggota, komunitas itu dapat terpecah-belah.
Renungan pagi kita hari ini mengingatkan kita untuk menghindari sikap hidup yang memecah-belah kesatuan. Saat kita hidup dalam kesatuan keluarga, jagalah dan peliharalah sehingga tidak terpecah.
Saat kita hidup dalam kesatuan gereja, berjuanglah dan jadilah saksi Kristus untuk mempertahankan persekutuan gereja. Saat kita hidup dalam kesatuan bangsa, pertahankanlah kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat.
Namun, pola pikir dan perbuatan para pengejek berbeda. Pengejek di sini bukan hanya mereka yang mengolok-olok sesama, tetapi juga yang memiliki pola pikir merendahkan dan menghina kasih karunia Tuhan.
Kita sering melihat orang mengejar kepuasan diri, popularitas, dan kepentingan pribadi tanpa memedulikan kebenaran Firman.
Sikap buruk ini masuk ke lingkungan keluarga, pekerjaan, pergaulan, dan persekutuan sehingga melahirkan perkataan yang merendahkan martabat orang lain, sikap sinis terhadap doa dan kebenaran Firman, serta upaya memaklumkan keegoisan.
Ketika perbuatan mengejek kasih Tuhan dilakukan terus-menerus, yang terjadi adalah kita memecah hubungan dengan Allah dan sesama.
Setiap kita yang hidup dalam terang keselamatan Allah melalui kematian dan kebangkitan-Nya dipanggil untuk hidup dalam pimpinan kuasa Roh Kudus.
Bukan hidup oleh hawa nafsu sendiri atau tekanan lingkungan. Saat ada godaan untuk memaklumkan kesalahan, sadarilah dan segeralah memilih kejujuran.
Saat timbul nafsu untuk menghakimi orang lain, sadarilah dan segeralah memilih kasih. Dengan demikian, kesatuan komunitas, keluarga, gereja, dan bangsa tetap terpelihara utuh. Amin.
Doa: Allah Mahapengasih, kepada-Mu kami memohon ampun atas hawa nafsu yang merusak persekutuan. Ajarlah kami untuk memilih melakukan kasih. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow