TEMA : PILIH KASIH ATAU KASIH YANG MEMILIH?
Jangan pilih kasih, tapi bukalah hati untuk kasih Tuhan memilih kita untuk mengukir sejarah
Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia (ay. 3)
Pilih kasih adalah istilah yang menjelaskan sikap memihak atau memberikan perlakuan yang tidak adil kepada satu individu atau kelompok dibandingkan yang lain.
Sikap itu berdasarkan pada rasa suka dan kasih sayang. Sikap pilih kasih seringkali diberikan konotasi negatif.
Dampak dari tindakan pilih kasih adalah pihak yang dikasihi akan menerima berbagai fasilitas atau keistimewaan, sedangkan yang tidak dikasihi akan diperlakukan dengan berbeda.
Dalam kata pilih kasih, ada kecenderungan bahwa seseorang mengontrol kasih dalam dirinya untuk orang tertentu.
Pembacaan Alkitab hari ini sekilas menunjukkan bahwa ada sikap pilih kasih dari Yakub, ayah Yusuf. Dalam ayat 3, Yakub atau Israel nampak jelas memberikan perlakuan yang berbeda kepada Yusuf.
Ada penegasan bahwa Yusuf diperlakukan berbeda oleh Yakub dibandingkan dengan saudara-saudara Yusuf. Namun, ini bukanlah fokus utama dari penulis Kitab Kejadian.
Penulis Kitab Kejadian mau menghadirkan narasi kecil tentang kasih Yakub kepada Yusuf sebagai bagian dari narasi besar tentang permulaan kisah perjalanan Bangsa Israel bersama Tuhan.
Ini bukan soal kasih Yakub kepada Yusuf, tetapi lebih dalam dari itu yaitu Kasih Tuhan yang mengalir melalui Yakub kepada Yusuf dengan tujuan untuk membentuk sejarah bangsa Israel melalui peran Yusuf sendiri. Yakub adalah sosok yang membuka hati bagi kasih Tuhan untuk mengalir dan memilih Yusuf.
Belajar dari renungan singkat di atas, kita sebagai Gerakan Pemuda diajak untuk membuka hati terhadap kasih Tuhan.
Ingat dan percayalah bahwa kasih Tuhan itu memilih orang-orang berkenan kepada-Nya. Melalui orang-orang itu, Tuhan mengukir sejarah tiap- tiap orang. Amin
Doa: Tuhan, ajar aku membuka hati untuk kasih-Mu supaya aku menjadi alat-Mu mengukir sejarah hidupku. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow