Pembacaan Alkitab : Kejadian 37 : 5-11
TEMA : MIMPI YANG MENGUSIK KETIDAKADILAN
"Kata saudara-saudaranya kepadanya, "Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?", Mereka semakin membencinya karena mimpi dan perkataan itu (ay.8)
Kisah Yusuf dalam Kejadian 37:5-11 menghadirkan sebuah mimpi yang tidak sederhana. Mimpi tentang berkas gandum dan benda-benda langit yang sujud kepadanya (ayat 7), bukan hanya pengalaman pribadi Yusuf, tetapi menjadi pemicu kegelisahan, kecemburuan, bahkan ketidakadilan dalam keluarganya.
Secara khusus dapat dipahami, bahwa mimpi Yusuf ini bukanlah sekadar khayalan belaka, melainkan panggilan yang mengusik ketidakadilan dalam keluarga itu.
Saudara-saudara Yusuf merasa diperlakukan tidak adil karena ayah mereka lebih menyayangi Yusuf dibandingkan saudara-saudaranya, yang kemudian melahirkan rasa cemburu dan kebencian yang mendalam.
Mereka melihat mimpi- mimpi Yusuf sebagai tuduhan akan kesombongan dan upaya untuk mendominasi (ayat 8).
Padahal sesungguhnya mimpi itu mengungkapkan rencana llahi yang lebih besar yang akan membawa keselamatan bagi banyak orang.
Di sinilah terlihat ketegangan antara rencana Tuhan dan realitas manusia. Terkadang visi Tuhan datang dalam bentuk mimpi atau panggilan yang tampak tidak adil bagi dunia, tetapi sesungguhnya mengandung tujuan yang mulia.
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita menemukan diri kita berada di posisi seperti Yusuf, yaitu bahwa visi kita dianggap bertolak belakang dengan keadilan oleh orang lain.
Atau sebaliknya, kita mungkin seperti saudara-saudaranya yang merasa diperlakukan tidak adil dan kemudian membiarkan emosi menguasai hati.
Mimpi-mimpi Yusuf mengingatkan kita bahwa ketidakadilan yang kita rasakan tidak luput dari penglihatan Tuhan. Ia memiliki rencana yang melampaui pemahaman kita, bahkan ketika situasi tampak tidak adil dan menyakitkan.
Sebagai umat percaya, kita dipanggil untuk tidak menyimpan rasa dendam, maupun sombong seperti yang disangkakan oleh saudara- saudaranya Yusuf.
Sebaliknya, kita harus percaya bahwa Tuhan akan menghadirkan keadilan pada waktunya dan menggunakan setiap situasi untuk kemuliaan-Nya. Amin
Doa: Tuhan, kami percaya kuasa dan karya-Mu selalu melingkupi hidup kami, mampukan kami untuk menjalaninya dalam kemuliaan nama-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow