Pembacaan Alkitab : Kejadian 37: 23-30
TEMA : RENCANA TUHAN TAK TERHENTI
Mari kita jual dia kepada orang-orang Ismael itu. Tetapi, janganlah kita apa- apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita. "Saudara-saudaranya pun mendengarkan dia. (ay.27)
Dalam bacaan kita (Kejadian 37:23-30), Yusuf akhirnya tidak dibunuh, tetapi saudara saudaranya melemparkannya kedalam sumur (ayat 24), kemudian mereka menjualnya kepada saudagar-saudagar Median orang Ismael dengan harga 20 Syikal perak lalu mereka membawanya ke Mesir, dan memperjualbelikan Yusuf.
Ini memperlihatkan kejahatan hati saudara-saudaranya yang memperlakukan Yusuf seperti benda demi keuntungan bagi mereka sebanyak 20 Syikal perak.
Ruben yang seharusnya bertanggung jawab atas keselamatan adiknya, merasa bersalah karena telah gagal melindungi Yusuf, yang menjadi simbol ketidakmampuan dan kegagalannya sebagai anak sulung.
Kisah ini penuh dengan kebencian, penipuan, dan keputusasaan, namun dibalik itu, benih-benih rekonsiliasi Tuhan hidup dan bertumbuh sesuai rencana-Nya, walaupun Yusuf mengalami pende- ritaan yang berat.
Semua penderitaan Yusuf justru menempanya menjadi pribadi yang berkualitas, dan menjadi titik penentu untuk menemukan pengharapan didalamnya Allah menyatakan rencana Nya,
Renungan ini mau mengingatkan dan menguatkan kita sebagai pribadi beriman yang bertumbuh sesuai dengan rencana Tuhan yang tidak dapat dihentikan, sekalipun kehidupan kita melewati pende ritaan, pegumulan, sukacita.
Karena rencana Tuhan tidak pernah dapat digagalkan oleh manusia. Tuhan yang hidup, menghidupkan iman kita dalam rencananya yang tak terhenti, membuahkan keadilan dan kebenaran serta rekonsiliasi bagi sesama dan seluruh ciptaan.
Jadi jalanilah perjalanan iman kita meskipun harus melewati penderitaan. Mereka yang berhenti akan kehilangan pengharapan, mereka yang terus berjalan dalam iman menemukan kekayaan anugerah Allah.
Seperti Yusuf yang bertahan dijalan Tuhan sekalipun sulit, seyogianya kita semua juga memilih untuk hidup dalam jalan Nya hingga akhir.
Sekalipun tak terselami dan sulit, jalan Tuhan pasti sempurna bagi kita. Tetaplah berharap dan bersandar hanya pada Tuhan. Amin.
Doa: Ya Tuhan, mampukan kami menjalani kehidupan kami menurut rencana-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow