Pembacaan Alkitab : Kejadian 38: 16-26
TEMA : DARI KETIDAKADILAN MENUJU PEMULIHAN
"Perempuan itu lebih benar daripada aku, karena memang aku tidak memberikan dia kepada Syela, anakku..." (ay.26b)
Bacaan kita hari ini, menceritakan keberadaan Tamar yang terpinggirkan, namun kemudian martabatnya dipulihkan oleh campur tangan Tuhan.
Yehuda tidak mengenali Tamar dan menghampirinya karena tergoda oleh hawa nafsu dan dia tidak memikirkan konsekuensinya.
Yehuda pun berjanji untuk membayar seekor kambing, dan Tamar meminta cap materai, kalung dan tongkat sebagai jaminan, ini adalah barang-barang pribadi Yehuda (ayat 18).
Beberapa waktu kemudian Yehuda mendengar bahwa menantu perempuannya mengandung. padahal ia tidak bersuami, reaksi Yehuda sangat kejam "bawalah perempuan itu keluar, untuk dibakar", perintah Yehuda (ayat 24).
Akan tetapi, Tamar dapat membuktikan, bahwa Yehuda sendirilah ayah dari anak yang dikandungnya (ayat 25).
Yehuda bisa saja menyangkali kebenaran, namun ia mengakui kemunafikannya dan bersedia bertanggung jawab atas Tamar dan berkata, "perempuan itu lebih benar daripada aku,.... "Yehuda tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu. (ayat 26).
Kisah Yehuda dan Tamar dalam hal ini mengajarkan, pentingnya untuk berani mengakui kesalahan, terlebih Yehuda sebagai ayah dan mertua.
Tuhan menggunakan kesalahannya untuk kebaikan dan karya-Nya. Begitu juga Tamar dalam keputuasaan telah berani bertindak kontroversial.
Tamar yang seharusnya menjadi korban tetapi dinyatakan kebenarannya, menjadi bagian dari garis keturunan Mesias.
Yehuda mewakili kegagalan manusia dalam tanggung jawab- nya, yang membuahkan ketidakadilan, sementara Tamar melam- bangkan ketabahan Iman.
Di sinilah Tuhan menunjukkan bahwa manusia tidak pernah dapat meniadakan rencana Tuhan. Ketika manusia melupakan, Tuhan mengingatkan. Ketika manusia menekan Tuhan membela.
Firman ini mengajak kita dalam kehidupan beriman untuk berharap dan percaya: apa pun ketidakadilan yang kita hadapi, Tuhan mampu membalikkan keadaan dan membawa pemulihan. Tugas kita adalah tetap setia dan menyerahkan perjalanan hidup kepada-Nya. Amin.
Doa: Tuhan jadikan kami orang yang taat dan setia serta mampukan kami mengakui kesalahan yang telah kami lakukan, kami datang memohon pengampunan dari-Mu, Amin
Editor : Alfianne Lumantow