Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Rabu, 22 April 2026, Kejadian 38:11-15 Martabat Perempuan Dalam Rencana Tuhan

Alfianne Lumantow • Senin, 20 April 2026 - 15:38 WIB
logo gpib
LOGO GPIN

Pembacaan Alkitab : Kejadian 38: 11-15

TEMA : MARTABAT PEREMPUAN DALAM RENCANA TUHAN

la menanggalkan pakaian kejandaannya, memakai cadar, dan berselubung. (ay. 14a)

 

Kejadian 38:11-15, menggambarkan situasi Tamar tidak mudah untuk melanjutkan kehidupannya, ia tidak diperhitungkan, tidak dihargai, masa depannya tidak jelas.

la seolah disimpan diruang belakang "dilupakan". Pada kondisi demikian, Yehuda menyuruh Tamar kembali ke rumah ayahnya sambil menunggu Syela, anak bungsunya, dewasa (ayat 11).

Janji itu terdengar seperti pengharapan, tetapi waktu berlalu tanpa perubahan apapun. Tamar dalam kesetiaannya, menyadari kenyataan pahit bahwa dirinya tidak mendapat keadilan yang semestinya. la disisihkan, dan dilupakan.

 

Beberapa waktu kemudian istri Yehuda meninggal, ia berkabung (ayat 11). Usai berkabung, Yehuda pergi ke Timna, menjalankan hidup bersama Hira sahabatnya orang Adulam.

Mendengar mertuanya berada dikota, Tamar mengambil langkah untuk memperjuangkan hak dan martabatnya sekalipun dengan tindakan yang kontroversial.

Tamar dengan keberaniannya memperjuangkan untuk mendapatkan haknya, sesuai tradisi saat itu (ayat 14).

 

Kisah Tamar menunjukkan bahwa perempuan sering menjadi korban ketidakadilan. Tanpa suami atau anak, ia kehilangan martabat sosial dan perlindungan hukum.

Namun Alkitab memperlihatkan sesuatu yang besar: meskipun diabaikan, Tuhan melihat dan memperhitungkan-Nya.

 

Tuhan meneguhkan perempuan bukan sebagai objek yang diabaikan tetapi sebagai pribadi berharga yang dipakai dalam karya- Nya.

Dalam rencana Tuhan, martabat perempuan bukan hanya dihargai, tetapi diangkat, ini merupakan tindakan Tuhan yang menghidupkan keadilan, kebenaran bagi seluruh ciptaan-Nya.

 

Walaupun tindakan Tamar tampak tidak biasa bagi kita, namun langkah itu membuka jalan bagi rencana Allah. Tidak ada yang kebetulan, Allah memakai pergumulan dan tekad Tamar untuk memelihara garis keturunan.

Dari Tamar lahirlah dua anak, dan garis keturunannya tercatat dalam sejarah keselamatan, hingga mencapai Raja Daud dan bahkan Mesias sendiri, Yesus Kristus (Matius 1:3). Amin.

 

Doa: Tuhan ajarkan kami untuk saling menghargai dengan sesama, dan mampukan kami untuk menghormati martabat perempuan dalam keluarga, gereja dan masyarakat. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT