Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Senin, 27 April 2026, 2 Korintus 5:19  Duta Pendamaian

Alfianne Lumantow • Jumat, 24 April 2026 | 08:45 WIB
logo gpib
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : 2 Korintus 5:19

TEMA : DUTA PENDAMAIAN

"...Dia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami" (ay.19b)

 

Kejatuhan dalam dosa tidak memungkinkan manusia berelasi dengan Tuhan. Siapa pun dia, takkan bisa berjumpa dengan Tuhan melalui usahanya sendiri (Ef. 2:8-9).

Di sinilah kasih Tuhan, la sendiri yang datang menyelamatkan kita melalui kematian dan kebangkitan Anak-Nya, supaya siapa yang percaya, ia mempunyai hidup yang kekal (Yoh. 6:47).

Melalui tubuh dan darah Yesus yang tercurah di kayu salib, la telah mendamaikan kita dengan diri-Nya (Rom. 5:1). Salib Kristus mengajarkan kita bahwa kasih bukanlah perkara abstrak, melainkan pemberian diri.

 

Paulus mengingatkan bahwa sebagai orang yang telah didamaikan Tuhan, kita dipanggil untuk menjadi pelaku pendamaian. Hidup damai dengan sesama manusia dan sesama ciptaan lainnya.

Sikap demikian berpusat pada kasih Allah sendiri dan karya penebusan.Nya di dalam Kristus. Sebagai pendamai, kita juga dipanggil untuk rela mengampuni kesalahan (termasuk kegagalan sendiri) serta hidup dalam pertobatan berdasarkan iman (Mat. 3:2; Rom. 3:22).4.

Demikianlah tugas kita sebagai duta pendamaian: menghidupi pendamaian dan mewartakannya kepada semua orang.

Dengan melakukannya, banyak orang dapat mengetahui kasih dan pengampunan Allah yang memerdekakan mereka dari kuasa dosa. 

 

Saudaraku, hidup sebagai duta pendamaian tentunya adalah hidup yang bertumbuh dalam pengenalan yang benar akan Kristus dan hidup saling mengasihi dalam persekutuan beriman.

Sedangkan di luar persekutuan, kita harus memperlihatkan perilaku dan cara hidup Kristus yang rendah hati dan mementingkan kepentingan bersama (Fip. 2:3-5).

Ingatlah selalu doa Fransiskus dari Asisi: "Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai-Mu" (Mat. 5:9). Saudaraku, marilah kita semua dalam kapasitas masing-masing ambil bagian dalam misi Kristus yang menghidupi pendamaian.Amin.

 

Doa: Utuslah kami sebagai pembawa damai yang mewartakan kasih- Mu, ya Tuhan, melalui karya dan kerja. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT