Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Senin, 18 Mei 2026, Wahyu 12:7-9  Diutus Menghadirkan Damai Sejahtera

Alfianne Lumantow • Kamis, 14 Mei 2026 | 10:57 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Wahyu 12:7-9

TEMA : DIUTUS MENGHADIRKAN DAMAI SEJAHTERA

“Kemudian timbullah peperangan di surge. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu…” (ay. 7a).

 

Di dalam hidup ini kita diperhadapkan dengan kenyataan bahwa dunia semakin dipenuhi dengan kejahatan, kekacauan, kekerasan, pemberontakan, peperangan, penyesatan dan hal-hal yang saling menyakiti serta jauh dari kedamaian.

Hal-hal tersebut kerap mempengaruhi umat Tuhan yang berjuang untuk mempertahankan hidupnya tetap benar di hadapan Tuhan.

Sehingga tak heran jika muncul istilah  “Orang yang jahat semakin banyak, orang yang baik semakin sedikit. Yang jahat semakin jahat, yang baik ikut-ikutan jahat.”

 

Bacaan kita hari ini juga memberikan gambaran di tempat yang semuanya baik dan indah, adakan ada saja pengaruh jahat yang ingin mengacaukan.

Akan tetapi, Tuhan tidak membiarkan kejahatan itumenguasai, Tuhan bertindak untuk menjaga umat-Nya menyatakan karya perlindungan-Nya dengan mengutus Mikhael.

Mikhael adalah penghulu malaikat yang dalam tradisi Yahudi dikenal sebagai pelindung umat Tuhan (Daniel 10, 12). Ia bertindak sebagai panglima tentara surgawi yang menjaga dan melindungi umat Tuhan.

Ia diutus untuk berperang melawan naga yang adalah gambaran dari kejahatan, kekacauan dan penyesatan itu sendiri. Dan bacaan ini menunjukkan bahwa kejahatan itu tidak dapat bertahan dan tidak mendapat tempat.

 

Lingkungan yang baik tidak terbebas dari adanya pengaruh yang jahat. Umat Tuhan yang ada di lingkungan kekaisaran Roma saat itu sesungguhnya menghadapi berbagai pengaruh yang jahat pula.

Akan tetapi di tengah kejahatan itu,  Firman Tuhan menyatakan bahwa kejahatan tidak boleh memiliki tempat di lingkungan yang benar.

Oleh karenanya, diperlukan orang-orang yang mau diutus untuk menghadirkan damai sejahtera dalam lingkungan kehidupannya.

Seperti Mikhael yang diutus dan diberikan jaminan kemenangan untuk melawan kejahatan, begitu pula kita yang diutus di tengah dunia ini untuk menghadirkan damai sejahtera Tuhan. Amin.

 

Doa : Tuhan, tolong kami menjadi orang-orang yang siap diutus menghadirkan damai sejahtera di dunia. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT