MEDAN – Gangguan listrik terjadi di sejumlah wilayah Sumatera sejak Jumat (22/5) malam. Hingga kemarin, pasokan listrik masih kerap byarpet atau mati-hidup mendadak. Kondisi itu mengganggu aktivitas warga dan memukul pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di Sumatera Utara, keluhan disampaikan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut. Mereka menilai blackout atau pemadaman listrik massal telah mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor UMKM.
Ketua Apindo Sumut Haposan Sialagan mengatakan, kerugian akibat gangguan pasokan listrik tidak bisa dianggap kecil karena dampaknya dirasakan hampir di seluruh lini usaha. "Kerugian akibat pemadaman listrik ini sangat besar, khususnya bagi UMKM. Memang belum bisa dihitung secara pasti, tetapi nilainya jelas tidak kecil," ujar Haposan kepada Sumut Pos, kemarin (24/5). Menurut dia, usaha kecil menjadi kelompok paling rentan terdampak. Sebab, sebagian besar tidak memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan. Akibatnya, banyak usaha terpaksa menghentikan operasional sementara. Kafe, warung kopi, hingga pedagang kaki lima di sejumlah titik Kota Medan disebut mengalami penurunan aktivitas drastis sejak listrik padam berjam-jam. "Banyak kafe akhirnya tutup sementara. UMKM di pinggir jalan juga tidak bisa berjualan seperti biasa," katanya.
Sementara itu, sektor industri berskala besar masih dapat bertahan dengan mengandalkan genset. Namun, kondisi tersebut menambah biaya operasional karena penggunaan genset dalam waktu panjang membutuhkan tambahan bahan bakar dan perawatan mesin.
Habiskan Waktu di Mal dan Hotel
Di Pekanbaru, sebagian warga memilih menginap di hotel saat listrik padam, Sabtu (23/5). Pantauan Riau Pos, sejumlah hotel di kawasan Jalan Sudirman, Tuanku Tambusai, dan Jalan Ahmad Yani ramai didatangi tamu sejak Jumat (22/5) malam. Beberapa tamu hotel mengaku memilih tinggal di hotel karena kesulitan air bersih dan suhu udara yang panas. "Anak-anak rewel kalau kepanasan, tapi masalah air yang utama. Ya anggap saja lagi libur akhir pekan," kata Galuh Mananta, 27, warga Sukajadi.
Sebagian warga lainnya memilih menghabiskan waktu di mal sambil menunggu listrik kembali menyala. Hal itu dilakukan Nada, warga Panam, yang mengaku datang ke mal untuk "ngadem". "Listrik di rumah padam lagi. Tadi malam sempat nyala, tapi siang ini padam lagi. Kami jadinya ngungsi ke mal biar lebih dingin," ujarnya.
Insiden Lift Macet
Pemadaman listrik mendadak juga memicu insiden di gedung PT PLN (Persero) UID RKR di Jalan Tuanku Tambusai Gang Musyawarah, Pekanbaru, Jumat (22/5) malam. Empat orang sempat terjebak di dalam lift ketika listrik padam. Beruntung, Tim Damkar Pekanbaru segera datang dan mengevakuasi korban. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru Burhan Candra melalui Koordinator Komunikasi dan Informasi Duul Gamar mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan. "Kami juga mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos 13 Cempaka untuk melakukan penyelamatan," ujarnya kepada Riau Pos, kemarin. Seluruh korban akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Kementerian ESDM Turun Tangan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT PLN (Persero) memastikan pemulihan pasokan listrik dilakukan maksimal agar aktivitas masyarakat dan ekonomi segera kembali normal. Pemerintah juga menyoroti keandalan backbone kelistrikan Sumatera yang dinilai masih rentan terhadap gangguan besar. Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan, sejak awal kejadian pihaknya bersama Kementerian Sekretariat Negara terus berkoordinasi dengan PLN untuk memantau pemulihan sistem. "Kementerian ESDM sebagai regulator dan pengawas subsektor ketenagakerjaan memberikan perhatian serius terhadap kejadian blackout ini. Kami memahami gangguan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat serta berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah terdampak," kata Yuliot, Minggu (24/5).
Pemerintah juga menyiapkan investigasi menyeluruh untuk mencari akar persoalan blackout yang melumpuhkan sebagian sistem kelistrikan Sumatera. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagakerjaan Tri Winarno mengatakan, pemerintah telah menerjunkan tim inspektur ketenagalistrikan ke lapangan sejak awal gangguan terjadi. Blackout kali ini sekaligus memunculkan evaluasi terhadap ketahanan jaringan transmisi utama di Sumatera. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta PLN memperkuat backbone sistem kelistrikan melalui pembangunan jaringan transmisi 500 kV dan 275 kV serta penguatan subsistem di tiap provinsi.
Baca Juga: Relawan GSF: Israel Perlakukan Kami seperti Hewan
Kronologi Pemadaman
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut, awal gangguan berasal dari sistem transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi yang diduga terdampak cuaca buruk. Gangguan itu kemudian memicu efek domino pada sistem interkoneksi Sumatera dan berdampak pada sejumlah pembangkit di Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh.
Namun, kemarin dia menyatakan bahwa proses pemulihan telah berjalan. Hingga Minggu (24/5) pukul 06.00 WIB, seluruh gardu induk yang terdampak disebut telah kembali beroperasi.
Pemulihan dilakukan secara bertahap, mulai dari jaringan transmisi, gardu induk, hingga pembangkit listrik. PLN juga mulai menormalkan distribusi listrik ke berbagai wilayah di Sumatera yang sempat mengalami blackout. Darmawan mengatakan, penormalan sistem dilakukan bersama pemerintah dan sejumlah pemangku kepentingan di daerah.
"Alhamdulillah, berkat kerja keras tanpa henti seluruh personel di lapangan serta dukungan dari Kementerian ESDM dan berbagai pihak di daerah, sistem kelistrikan Sumatera kini telah kembali normal. Pelanggan yang sempat terdampak saat ini kembali mendapatkan pasokan listrik secara bertahap," ujar Darmawan.
Proses pemulihan tidak hanya dilakukan dengan menghidupkan kembali jaringan transmisi, tetapi juga melalui sinkronisasi bertahap pembangkit listrik ke sistem interkoneksi Sumatera. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keamanan dan kestabilan sistem agar gangguan tidak kembali meluas saat beban listrik dinaikkan. (bry/san/han/sol/end/oni)
Editor : Pratama Karamoy