Pembacaan Alkitab: Filipi 4:18–20
TEMA: “SHARING IS CARING”
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar ungkapan, “sharing is caring”… berbagi adalah bentuk kepedulian. Ungkapan ini sederhana, tetapi mengandung kebenaran yang dalam.
Berbagi bukan hanya soal memberi sesuatu yang kita miliki, tetapi juga tentang menunjukkan bahwa kita peduli, bahwa kita tidak hidup hanya untuk diri sendiri.
Firman Tuhan dalam Filipi 4:18–20 membawa kita pada pemahaman yang lebih dalam tentang arti berbagi. Rasul Paulus berkata bahwa pemberian jemaat Filipi adalah ersembahan yang harum, suatu korban yang berkenan kepada Allah.
Dan di ayat 19, Paulus memberikan jaminan yang sangat indah: “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.”
Saudara-saudari, ini adalah janji yang lahir dari relasi kasih antara Tuhan dan umat-Nya. Ketika umat Tuhan belajar berbagi, Tuhan sendiri tidak tinggal diam. Ia melihat, Ia menghargai, dan Ia memelihara.
Namun sebelum kita masuk lebih jauh, mari kita melihat gambaran nyata dari dunia kita saat ini.
Ada sebuah komunitas anak muda di Indonesia bernama Pandawara Group. Mereka tidak memulai dengan sesuatu yang besar atau megah. Mereka hanya melihat lingkungan di sekitar mereka—sungai yang kotor, sampah yang menumpuk, dan alam yang terabaikan.
Dari kepedulian kecil itu, mereka memutuskan untuk bertindak. Mereka turun langsung, membersihkan sungai, pantai, dan ruang publik dengan alat sederhana dan semangat gotong royong.
Awalnya mungkin hanya terlihat seperti aksi kecil. Tetapi karena dilakukan dengan konsistensi dan kepedulian, gerakan itu berkembang. Banyak orang terinspirasi, banyak yang ikut bergerak, dan akhirnya kesadaran tentang lingkungan menjadi lebih luas.
Saudara-saudari, inilah kekuatan dari berbagi—baik berbagi waktu, tenaga, perhatian, maupun kepedulian. Sesuatu yang kecil di tangan orang yang peduli dapat menjadi perubahan besar bagi banyak orang.
Hal yang sama juga kita lihat dalam kehidupan jemaat Filipi. Mereka mendukung pelayanan Paulus, bukan karena mereka berkelimpahan, tetapi karena mereka peduli. Mereka berbagi bukan hanya dari kelebihan, tetapi dari kasih yang tulus. Dan Paulus menyebut pemberian mereka sebagai “persembahan yang harum”.
Apa artinya persembahan yang harum? Dalam bahasa rohani, ini berarti sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan. Bukan karena nilainya secara materi, tetapi karena ketulusan di baliknya. Tuhan tidak melihat besar kecilnya pemberian, tetapi melihat hati yang memberi.
Saudara-saudari, ini mengajarkan kita satu hal penting: berbagi bukan sekadar tindakan sosial, tetapi tindakan rohani.
Ketika kita berbagi dengan sesama, kita sedang beribadah kepada Tuhan. Ketika kita peduli pada orang lain, kita sedang mempersembahkan hidup kita di hadapan Allah. Bahkan ketika kita merawat ciptaan Tuhan—alam, lingkungan, dan sesama manusia—kita sedang melakukan bagian dari panggilan iman kita.
Dalam konteks ini, Pandawara Group menjadi contoh menarik. Mereka tidak hanya membersihkan lingkungan secara fisik, tetapi juga membangkitkan kesadaran moral dan sosial. Mereka menunjukkan bahwa perubahan besar dimulai dari kepedulian kecil yang dilakukan dengan konsisten.
Saudara-saudari, sering kali kita berpikir bahwa untuk membuat perubahan kita harus memiliki hal besar: uang banyak, pengaruh besar, atau kemampuan luar biasa. Tetapi firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa perubahan sering kali dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan dengan hati yang benar.
Memberikan waktu untuk mendengarkan orang yang sedang susah.
Memberikan tenaga untuk membantu yang membutuhkan.
Memberikan perhatian kepada mereka yang merasa sendiri.
Hal-hal sederhana ini, ketika dilakukan dengan kasih, menjadi “persembahan yang harum” di hadapan Tuhan.
Paulus kemudian melanjutkan dengan janji yang sangat kuat dalam ayat 19: “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu…”
Ini bukan janji yang muncul tanpa konteks. Janji ini muncul setelah Paulus melihat bagaimana jemaat Filipi setia berbagi. Artinya, ada hubungan antara memberi dan pemeliharaan Tuhan.
Namun perlu kita pahami dengan benar: ini bukan berarti kita memberi supaya kaya. Tetapi ini berarti bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan orang yang hidup dalam kasih dan kepedulian. Tuhan melihat setiap tindakan berbagi, dan Dia sendiri yang menjamin pemeliharaan-Nya.
Saudara-saudari, dalam kehidupan kita, sering kali kita takut untuk berbagi karena merasa akan kekurangan. Kita takut kehilangan. Kita takut tidak cukup. Tetapi firman Tuhan mengajarkan bahwa dalam Kerajaan Allah, berbagi tidak pernah membuat kita miskin dalam arti yang sesungguhnya.
Justru sebaliknya, berbagi memperkaya kita dalam banyak hal: memperkaya hati, memperkaya iman, dan memperkaya relasi kita dengan sesama dan dengan Tuhan.
Ketika kita berbagi, kita sedang melatih diri untuk tidak dikuasai oleh egoisme. Kita sedang belajar melihat kebutuhan orang lain sebagai bagian dari panggilan hidup kita. Dan di situlah Tuhan bekerja membentuk karakter kita.
Saudara-saudari, tema kita hari ini adalah “Sharing is Caring”. Tetapi dalam terang firman Tuhan, kita bisa memperdalam maknanya: berbagi bukan hanya tanda kepedulian, tetapi juga tanda iman.
Mengapa iman? Karena orang yang berbagi percaya bahwa Tuhan sanggup memelihara hidupnya. Orang yang berbagi tidak hidup dalam ketakutan kekurangan, tetapi dalam keyakinan bahwa Tuhan adalah sumber segala kecukupan.
Itulah sebabnya Paulus menutup bagian ini dengan memuliakan Allah. Karena pada akhirnya, segala sesuatu kembali kepada Tuhan. Dialah sumber berkat, Dialah pemelihara hidup, dan Dialah yang layak dipuji selama-lamanya.
Saudara-saudari, mari kita membawa pesan ini ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Dunia kita membutuhkan lebih banyak orang yang peduli. Dunia kita membutuhkan lebih banyak orang yang mau berbagi, bukan hanya harta, tetapi juga waktu, tenaga, dan perhatian.
Kita mungkin tidak bisa melakukan hal besar seperti mengubah dunia sekaligus. Tetapi kita bisa memulai dari hal kecil di sekitar kita. Seperti Pandawara yang memulai dari lingkungan mereka sendiri, kita pun bisa mulai dari keluarga, gereja, dan lingkungan kita masing-masing.
Ketika kita peduli pada orang lain, ketika kita menjaga ciptaan Tuhan, ketika kita mau berbagi, kita sedang menjadi bagian dari karya Allah di dunia ini. Dan yang lebih indah lagi, Tuhan sendiri berjanji akan memelihara kita.
Akhirnya, saudara-saudari, marilah kita menjadi pribadi yang tidak hanya menerima kasih Tuhan, tetapi juga menyalurkan kasih itu kepada orang lain. Karena dalam berbagi, kita sedang mencerminkan hati Allah sendiri Allah yang memberi, Allah yang peduli, dan Allah yang setia memelihara.
Kiranya hidup kita menjadi “persembahan yang harum” bagi Tuhan, dan melalui hidup kita, banyak orang boleh merasakan kasih-Nya. Amin.
Doa : Tuhan yang penuh kasih, ajar kami untuk peduli dan berbagi seperti Engkau telah lebih dahulu mengasihi kami. Mampukan kami menjadi saluran berkat bagi sesama dan penjaga ciptaan-Mu. Jadikan hidup kami persembahan yang harum di hadapan-Mu. Sertai langkah kami setiap hari. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow