Amsal 26:3-5
REAKTIF VS RESPONSIF
Pengendalian diri dan ketenangan menunjukkan kedewasaan iman.
"Janganlah menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia." (ay.4)
Sobat muda, mangalam kondisi seberapatkan komentar pedas di sosial media? Dalam kondisi seperti ini apa yang kita lakukan, apakah kita diam saja? Atau langsung balas komentar itu dengan respons yang lebih kejam? Respons yang kita berikan kepada orang lain akan mengungkapkan siapa diri kita sebenarnya. Kalau kita merespon komentar pedas itu dengan emosi dan tanpa pikir Panjang maka kita adalah orang yang reaktif. Sedangkan jika kita mampu bijak serta mencoba untuk diam serta menjawab dengan tenang, maka itu menunjukkan bahwa kita adalah orang yang responsive.
Hari ini penulis Amsal mengingatkan kita bahwa jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya. (ay 4) artinya kita tak perlu merespons komentar yang jahat di sosial media dengan amarah ataupun emosi yang meletup-letup. Sebab, sikap reaktif yang kita berikan justru akan menjadi kayu yang semakin membakar pertengkaran (Ay 20). Tetapi, marilah kita belajar untuk bersikap tenang dan responsive dalam menghadapi situasi pelik. Responsive bukan berarti kita lemah dan tidak mampu membalas perkataan orang lain. namun, sikap responsive justru menunjukkan bahwa kita mampu mengendalikan emosi dan menguasai diri. Kadang kita perlu diam dan mengambil jeda untuk mempertimbangkan sikap yang harus dilakukan dan berusaha memahami mengapa ia berlaku demikian kepada saya?
Sikap responsif pun dilakukan oleh Yesus taktala la berhadapan dengan ahli-ahli taurat dan orang Farisi yang selalu memfitnah dan berusaha menjatuhkan Dia. Yesus tak pernah memberikan jawaban yang reaktif, namun sebaliknya la tenang menanggapi tiap tuduhan itu. Sebab, la tahu bahwa Bapa sendiri yang akan menjawabnya. Marilah kita pun membangun relasi dengan sikap yang responsif di tengah era digital ini. Amin.
Doa: Tuhan, tolong saya agar udak merespon segala sesuatu dengan emosi, tetapi menjawab dengan tenang dan kuasa Roh Kudus yang memampukan, Amin.
Editor : Alfianne Lumantow