Amsal 26: 3-5
MENYIKAPI DENGAN BENAR
"Jawablah orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan la menganggap dirinya bijak."(ay.5)
Salah satu penyebab tidak selesainya persoalan adalah tidak tepatnya penanganan atas persoalan tersebut. Setiap persoalan memiliki latar belakang dan penyebab yang berbeda-beda. Jika ditangani secara keliru, maka akan menimbulkan persoalan baru.
Amsal 26:3-5 memberikan gambaran tentang pentingnya pendekatan yang tepat dalam menyikapi suatu persoalan. Penulis Amsal menyatakan bahwa "Cemeti itu untuk kuda, kekang untuk keledai, dan patung untuk punggung orang bebal." (ay.3). Hal ini menyikapi setiap persoalan atas dasar pemahaman dan kemampuan setiap orang yang bermasalah. Di satu sisi, kita harus memiliki kemampuan untuk melihat sejauh mana pemahaman dan kemampuan mereka yang bermasalah tersebut. Tentunya dengan bebal menurut hikmat Tuhan. "Jangan menjawab orang kebodohannya agar kita tidak seperti orang bebal dan menganggap dirinya bijak (ay.5-6). Penulis mengingatkan untuk tidak terjebak dalam pemahaman diri orang bebal. Jika kondisi ini terjadi maka orang bebal akan merasa diri benar. Padahal justru sangat jauh dari kebenaran yang sesungguhnya.
Bacaan ini sangat relevan dengan situasi kita saat ini, terutama dalam menyikapi arus informasi yang begitu deras melalui media ada sosial. Tanpa kita sadari, setiap menit bahkan detik, pasti informasi baru dalam gadget. Beragam jenis dan banyaknya informasi sampai kita tidak menyadari ada informasi yang tidak benar. Ironisnya, kita mungkin cenderung menerima dan meyakini informasi yang tidak benar tersebut. Oleh karena itu, ketika ada hal- hal yang kita terima tidak benar, mari kita bijak merespons. Jangan terjebak untuk melanjutkan atau merespons informasi yang sesungguhnya tidak benar. Jadilah pribadi yang mampu menyikapi dengan benar setiap informasi yang diterima terkait pekerjaan maupun pelayanan. Jadilah pribadi bijak bermedsos. Amin.
Doa: Tuhan, mampukan dan kuatkan kami untuk menyaring dan menyikapi segala informasi dengan bijak. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow