FILM dibuka dengan adegan terakhir Ready or Not, di mana Grace tampak linglung di depan kediaman keluarga Le Domas yang terbakar dan dibawa ke rumah sakit. Suami Grace, Alex (Mark O'Brien), dan keluarga Le Domas telah binasa lantaran gagal membunuh Grace untuk dijadikan tumbal pada setan.
Di tengah kondisi linglungnya, Faith datang. Hubungannya dengan Grace merenggang karena konflik keluarga. Saat mereka sedang cekcok, masalah lain muncul. Rupanya, bukan hanya keluarga Le Domas yang memuja setan. Ada keluarga kaya lain yang bergabung dalam sekte sesat. Mereka kerap menumbalkan manusia untuk kekayaan dan kemakmuran.
Para keluarga kaya ini lantas mengincar Grace. Mereka mengincarnya di rumah sakit tempat dia dirawat dan dibawa ke sebuah mansion. Kini, Grace harus bertahan hidup hingga fajar lagi dari para keluarga kaya yang ingin membunuhnya. Faith pun terpaksa ikut dan menjadi sandera para keluarga kaya.
Dari segi cerita, Ready or Not 2: Here I Come menyajikan konflik yang lebih luas. Jumlah orang yang mengincar Grace dalam permainan maut untuk bertahan hidup lebih banyak. Selain itu, para anggota sekte sesat ini juga punya dinamika dan persaingan internal di kalangan mereka. Mereka saling sinis dan mengejek satu sama lain lantaran merasa diri paling layak menduduki jabatan tinggi di sekte. Upaya Grace pun kini lebih menantang. Dia tidak hanya harus melindungi diri, tapi juga adiknya.
Baca Juga: Penutupan TPA Open Dumping Ditargetkan Akhir Juli
"Ready or Not 2 sangat bersandar pada latar belakang Grace. Lalu, di sini Grace juga lebih jadi pemimpin dan guru bagi adiknya karena dia sudah pernah melewati situasi ini. Grace punya rencana, Faith punya caranya sendiri. Hubungan mereka sangat dinamis di film ini," ujar Weaving, yang kembali meninjau karakter Grace di film pertama, dalam wawancara bersama Collider.
Sementara itu, Newton mengatakan bahwa Faith punya kekecewaan mendalam pada Grace. Namun, dia akhirnya menyadari bahwa Grace adalah satu-satunya keluarga yang dia punya. Newton harus membuat dirinya merasa benar-benar seperti adik bagi Weaving. "Weaving bahkan mengajakku ke rumahnya untuk bermain puzzle dan dia sangat menerimaku," kata Newton.
Dari sisi komedi, Ready or Not 2: Here I Come juga lebih menggelitik. Dialog seputar masalah keluarga dan perebutan status terasa relevan dengan siapapun yang tertekan dengan ekspektasi keluarga. Hubungan kakak-adik yang penuh cinta-benci juga muncul, yang membuat film banjir darah ini punya sisi humanis dan emosional.
Sebagai penutup, Ready or Not 2: Here I Come menampilkan ending yang klise namun tetap hangat. Bahwa, kasih sanggup meruntuhkan dinding pemisah yang terbentuk akibat ego dan kepahitan. (len)
Editor : Pratama Karamoy