Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Prabowo: Indonesia Produksi Sedan Listrik pada 2028

Pratama Karamoy • Jumat, 10 April 2026 - 23:06 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kiri), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (dua dari kiri), Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Anindya Bakrie (dua dari kanan), dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kanan) meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang kemarin (9/4).
Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (kiri), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (dua dari kiri), Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk Anindya Bakrie (dua dari kanan), dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kanan) meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang kemarin (9/4).

 

MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik kendaraan listrik milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk di Magelang, Jawa Tengah, kemarin (9/4). Pabrik tersebut menjadi fasilitas manufaktur kendaraan komersial listrik pertama di Indonesia dengan kapasitas produksi hingga 3 ribu unit per tahun.

Prabowo menyebutkan, pentingnya kemandirian nasional, terutama di sektor energi. Menurut dia, pengembangan kendaraan listrik menjadi bagian penting dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil. "Ini inisiatif yang sangat baik. Kita harus menjadi bangsa yang mandiri, terutama dalam bidang energi," ujarnya.

 

Menurut Prabowo, kemampuan memproduksi bus dan truk listrik di dalam negeri akan memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Pemerintah juga menargetkan produksi kendaraan listrik dalam skala lebih besar pada beberapa tahun ke depan. "Pada 2028 kita akan memproduksi mobil dan sedan listrik secara besar-besaran," katanya.

Prabowo bahkan menargetkan penutupan 13 pembangkit listrik tenaga diesel. Langkah tersebut diperkirakan mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 200 ribu barel per hari.

 

Baca Juga: Avtur Meroket, Biaya Penerbangan Haji Membengkak Rp 1,77 Triliun

 

Komisaris Utama VKTR Anindya Bakrie menambahkan, perusahaannya sengaja memilih fokus pada segmen bus dan truk listrik. "Bus dan truk listrik memang tidak terlalu seksi dibanding mobil atau motor listrik. Tapi sektor ini bisa menggerakkan ekosistem yang sangat besar," ujarnya.

Dia memperkirakan pengembangan kendaraan komersial listrik dapat menekan subsidi bahan bakar minyak hingga USD 5 miliar per tahun. VKTR juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra, termasuk PT Transportasi Jakarta dan Blue Bird Group.

Menurut Anindya, produk kendaraan listrik VKTR saat ini telah memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 40 persen. Saat ini, kapasitas produksi pabrik mencapai 3 ribu unit per tahun dan berpotensi meningkat hingga 10.000 unit per tahun.

Potensi pasar kendaraan komersial listrik di Indonesia juga dinilai sangat besar. Saat ini terdapat sekitar 280 ribu unit bus dan 6,5 juta unit truk yang beroperasi di dalam negeri. "Jumlah itu merupakan pasar yang sangat besar bagi pengembangan bus dan truk listrik," katanya. (lyn/dio)

 

Editor : Pratama Karamoy
#Nasional