Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kali Jenes Solo Meluap, Ratusan Rumah Kebanjiran

Pratama Karamoy • Kamis, 16 April 2026 - 14:09 WIB
MELUAP: Salah satu jalur di Jalan Yos Sudarso, Solo, dipadati kendaraan. Ruas sebaliknya tergenang air.
MELUAP: Salah satu jalur di Jalan Yos Sudarso, Solo, dipadati kendaraan. Ruas sebaliknya tergenang air.

 SOLO – Luapan air Kali Jenes memicu banjir di belasan kelurahan di Kota Solo, Jawa Tengah, kemarin (15/4). BPBD Solo mencatat ratusan kepala keluarga (KK) terdampak dan sebagian terpaksa mengungsi. Wilayah yang terendam di antaranya Kelurahan Pajang, Tipes, Joyosuran, Sangkrah, Bumi, Panularan, hingga Kedung Lumbu. Di Kelurahan Pajang, titik terparah berada di RT 01 RW 14 dengan 50 rumah kebanjiran yang dihuni 62 KK. Di Kelurahan Kedung Lumbu dan Panularan, ratusan warga di Masjid Al-Furqon Panularan, LDII Pajang, Gedung TK Kelurahan Bumi, serta Balai Warga Totosari.

Genangan di kawasan Joyotakan, Kecamatan Serengan, sempat surut dini hari, namun kembali naik pada pagi hari. Ketinggian air di depan rumah Watik, warga Joyotakan RT 01 RW 02, mencapai dada orang dewasa karena kontur tanah lebih rendah dibandingkan area sekitarnya. "Banjir datang lagi karena pintu air di Tanjunganom dibuka," jelasnya. Meski rumahnya terendam banjir, dia memilih untuk menjaga barang-barang. "Semua barang sudah diamankan di lantai 2," imbuhnya.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih Buka 1,4 Juta Lowongan Kerja, Bisa Diisi Warga Prasejahtera

Hambat Lalu Lintas

Banjir air juga merendam jalan utama, seperti di sepanjang Jalan Yos Sudarso hingga Ir Soekarno. Kondisi itu memicu kemacetan panjang hingga siang hari. Banyak pemotor yang memilih memutar arah untuk menghindari mogok. Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto menyampaikan, pemantauan terus dilakukan, terutama air kiriman dari wilayah hulu, seperti Wonogiri dan Sukoharjo. "Kami siaga penuh. Sepanjang aliran sungai kita pantau, termasuk kiriman air dari selatan (Wonogiri dan Sukoharjo). Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika membutuhkan evakuasi segera," ucapnya saat ditemui di Makorem 074/Warastratama.

Pemkot telah menerjunkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD ke titik-titik rawan, terutama di wilayah perbatasan yang menjadi pintu masuk aliran air. Fasilitas umum dan gedung pemerintahan juga telah difungsikan sebagai posko evakuasi sementara. Bantuan logistik telah didistribusikan ke posko-posko pengungsian. Sekitar 1.000 paket makanan dari PMI dan relawan telah dibagikan. BPBD turut menyalurkan 70 matras, 70 selimut, paket sembako, hingga perlengkapan kebersihan untuk bagi pengungsi.

Dampak banjir juga dirasakan di Sukoharjo. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo meliburkan kegiatan belajar mengajar sekolah yang kebanjiran. Kepala Disdikbud Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo menjelaskan, sekitar 16 sekolah terendam banjir.

Di Kecamatan Grogol, misalnya. Banjir di SDN Sanggrahan 01 menggenangi ruang guru dan kelas. Di SDN Cemani 05, seluruh halaman sekolah terendam. Sementara, di SDN Duwet 02, air masuk ke sejumlah ruang kelas, ruang guru, dan toilet. "Kami prioritaskan keselamatan siswa dan guru. Sekolah akan kembali dibuka setelah kondisi benar-benar aman dan memungkinkan," tegasnya. (hj/atn/kwl/fer/aph)

Editor : Pratama Karamoy
#Banjir #Nasional