Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sedan Tunggu Kereta Lewat, Sekeluarga Diseruduk Trailer

Pratama Karamoy • Senin, 20 April 2026 - 14:17 WIB
TAK BERBENTUK: Sedan Toyota Vios bernopol AG 1644 EG setelah laka beruntun di Jalan Raya Lumajang, Desa Malasan Wetan, Kabupaten Probolinggo, jelang dini hari kemarin (19/4). (SATLANTAS POLRES PROBOLINGGO UNTUK RADAR BROMO GRUP JAWA POS)
TAK BERBENTUK: Sedan Toyota Vios bernopol AG 1644 EG setelah laka beruntun di Jalan Raya Lumajang, Desa Malasan Wetan, Kabupaten Probolinggo, jelang dini hari kemarin (19/4). (SATLANTAS POLRES PROBOLINGGO UNTUK RADAR BROMO GRUP JAWA POS)

 KABUPATEN PROBOLINGGO – Sebuah liang lahat sudah disiapkan di tempat pemakaman umum Desa Jeblog, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Di sanalah empat jenazah satu keluarga bakal dimakamkan. 

Sutrisno; sang istri T. Sri Budiyatni; Devica Friskiara, anak; dan Giovano Malik Ibrahim, cucu. Keempatnya meninggal dunia setelah mobil sedan yang mereka naiki diseruduk trailer di Jalan Raya Lumajang, masuk Desa Malasan Wetan, Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu (18/4) jelang tengah malam.

"Saya dapat kabar dari telepon, kaget sekali. Mereka berangkat ke Banyuwangi untuk jagong bayi (menengok bayi yang baru lahir, red)," kata Riyanto perwakilan keluarga korban yang ditemui di rumah duka, seperti dilansir Radar Blitar Grup Jawa Pos kemarin (19/4).

Sutrisno yang mengendarai mobil Toyota Vios Limo, Sri duduk di kursi depan. Sedangkan Devica dan Giovano duduk di kursi tengah.

Kecelakaan diduga terjadi karena truk trailer Nissan nopol B 9625 UEJ itu mengalami rem blong sehingga menabrak lima kendaraan di depannya yang saat itu sedang berhenti menunggu kereta lewat.

Baca Juga: Sidang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Terbuka untuk Umum

"Sesampainya di TKP, trailer diduga mengalami kendala pada fungsi pengereman, lalu menabrak sejumlah kendaraan yang tengah berhenti di depannya," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Kota Ipda Aditya Wikrama, dikutip dari Radar Bromo Grup Jawa Pos.

Aditya menambahkan, keempat orang yang berada di mobil sedan yang dikendarai Sutrisno meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan sopir Grandmax Muhammad Iswanto mengalami luka dan dirawat di RSU Wonolangan, Kabupaten Probolinggo.

Juharno, warga sekitar lokasi kecelakaan, mengatakan, kecelakaan itu menimbulkan suara benturan keras. Saat itu, pria 67 tahun itu tengah berjaga di toko kelontong miliknya.

"Trailer sempat menabrak pembatas beton di tengah jalan. Jadi buang setir ke kanan, tapi kemudian berbalik ke kiri hingga menabrak kendaraan lain yang ada di depannya," ungkapnya.

Saat itu, menurutnya, semua kendaraan tengah berhenti karena pintu JPL 32 ditutup. Akan ada kereta api melintas. Nahas, kendaraan-kendaraan itu malah disasak dari belakang oleh trailer.

Sopir Truk Tak Luka

"Sopir trailernya tidak apa-apa, bahkan diamankan di depan toko saya. Saya sempat bertanya kenapa kok menabrak, katanya remnya blong. Dia sudah ngerem dari atas, tapi tidak bisa, sementara jalanan di lokasi memang turunan," terangnya.

Berdasarkan pengakuan sopir juga, menurut Juharno, trailer itu berangkat dari daerah Semeru, Kabupaten Lumajang. Hendak mengirim tripleks ke Surabaya.

Begitu kecelakaan terjadi di Jalan Raya Lumajang, warga setempat kompak menevakuasi korban. Evakuasi berlangsung lama, total sampai enam jam.

Yang paling lama evakuasi empat korban meninggal. Sebab, keempatnya terjepit di dalam bodi sedan Toyota Limo Vios. Ayah, ibu, anak, dan cucu itu baru dapat dikeluarkan pukul 01.00, sekitar satu setengah jam setelah kecelakaan terjadi.

Di rumah duka Sutrisno sekeluarga di Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, pelayat berdatangan sepanjang hari kemarin. Menurut Riyanto, begitu mendengar kabar kecelakaan, perwakilan keluarga langsung bergerak ke Probolinggo.

Mereka hendak memastikan kondisi korban. Sayangnya, Sutrisno, istri, anak, dan cucunya tak tertolong. Keluarga yang berangkat pun sekalian menjemput jenazah agar dapat dimakamkan di kampung halaman. "Padahal seminggu lalu beliau (red, Sutrisno) masih main ke rumah saya," kenang Sumarno salah seorang tetangga dengan mata berkaca-kaca. (gus/hn/jar/ttg)

 

Editor : Pratama Karamoy
#Nasional