Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Penutupan TPA Open Dumping Ditargetkan Akhir Juli

Pratama Karamoy • Senin, 20 April 2026 - 15:23 WIB
PILAH SAMPAH: Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono (kanan) meminta pemilahan sampah dilakukan mulai dari rumah tangga. (FOTO: HUMAS KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP)
PILAH SAMPAH: Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono (kanan) meminta pemilahan sampah dilakukan mulai dari rumah tangga. (FOTO: HUMAS KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP)

 

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH) terus melakukan sosialisasi kebijakan penutupan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah open dumping. Targetnya, tidak ada lagi TPA open dumping pada akhir Juli mendatang. Target ini cukup menantang karena ada 472 unit TPA open dumping yang akan ditutup.

Untuk mendukung program penutupan TPA open dumping tersebut, dari tingkat rumah tangga harus dibiasakan memilah sampah. Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mendorong pengelolaan sampah melalui pemilahan dari sumbernya.

"Kami mendorong beberapa upaya untuk meningkatkan target pengelolaan sampah, salah satunya pemilahan dari hulu," katanya saat Deklarasi Jakarta Utara 100 Persen Pilah Sampah kemarin (19/4). Menurut dia, tanpa pemilahan, pengelolaan sampah tidak bisa diselesaikan dengan baik. Dia menegaskan pemerintah akan menutup praktik open dumping pada akhir Juli depan.

Baca Juga: Kemenpora - Kemendiktisaintek Tingkatkan Kualitas Atlet Pelajar Dengan Program Beasiswa Keolahragaan

Diaz menyampaikan bahwa dengan dituntaskannya praktik open dumping, diharapkan dapat meningkatkan capaian pengelolaan sampah sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yaitu target sampah terkelola 100 persen pada tahun 2029. Dengan diselesaikannya praktik open dumping, pemerintah dapat meningkatkan persentase pengelolaan sampah dari 26 persen menjadi 57,7 persen.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada warga Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, yang hadir karena telah menjalankan program pemilahan sampah dengan baik. "Saya apresiasi karena di sini sudah ada bank sampah dan ada juga pemilahan menggunakan ember," katanya. Dengan demikian, sampah yang masuk ke TPA dan RDF (fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik) hanya berupa residu atau yang bernilai rendah. Selain itu, hal ini juga dapat mengurangi aroma saat proses transportasi.

Kementerian Lingkungan Hidup sebelumnya telah menyerahkan sejumlah bantuan pendukung kepada warga Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, dalam upaya pemilahan sampah. Di antaranya 400 unit drop point, 12 ribu ember pemilah sampah, serta 650 unit lodong sisa dapur (Losida). (wan/ali)

Editor : Pratama Karamoy
#Nasional