Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Josepha Alexandra, Siswa yang Disalahkan Juri, Ditawari Beasiswa Kuliah ke Tiongkok

Pratama Karamoy • Rabu, 13 Mei 2026 | 15:22 WIB
(YOUTUBE MPRGOID)
(YOUTUBE MPRGOID)

 

JAKARTA – Josepha Alexandra, siswi SMA Negeri 1 Pontianak yang viral usai berani memprotes keputusan juri dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat, ditawari beasiswa kuliah ke Tiongkok. Tawaran itu datang dari anggota MPR RI M. Rifqinizamy Karsayuda.

Mengutip unggahan akun Instagram @bang.rifqi.mrk, Rifqi melakukan panggilan video ke Josepha. Dalam percakapan tersebut, Rifqi yang juga alumni SMAN 1 Pontianak meminta maaf atas insiden tersebut.  "Saya minta maaf ya Josepha ya, kalau ada kesalahan dalam proses cerdas cermat kemarin tingkat final di Pontianak, Kalimantan Barat," ucapnya. Menurut Rifqi, secara institusi MPR akan memberikan klarifikasi dan permohonan maaf. Pada saat itu, Rifqi menawari Josepha beasiswa berupa kuliah gratis ke Tiongkok. "Nanti kasih tahu orang tua, begitu selesai SMA 1, Josepha akan diberi pekerjaan dari beberapa perusahaan multinasional langsung setelah lulus dari Tiongkok," ucap Rifqi. Josepha tampak gembira dengan tawaran itu. Rifqi menilai Josepha telah menjadi duta bagi sekolahnya karena keberanian dan ketenangannya dalam menghadapi peristiwa yang kini menjadi perhatian nasional. Kemarin (12/5) Josepha juga difasilitasi MPR terbang ke Jakarta bersama guru pembimbing, kepala sekolah, dan wakil kepala humas terkait insiden tersebut. "Ibu bapak kalau mau ikut nanti kami siapin," ucap Rifqi.

Momen kontroversial tersebut terjadi pada sesi tanya jawab rebutan. Saat itu pembawa acara melontarkan pertanyaan seputar mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Regu C dari SMAN 1 Pontianak menekan bel lebih dulu dan menyampaikan jawaban mereka. Salah satu perwakilan siswa menyebut anggota BPK dipilih DPR dengan mempertimbangkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan diresmikan oleh presiden.

Baca Juga: Rumah Bidan di Sleman Jadi Tempat Penitipan Bayi dari Hubungan Luar Nikah

Namun, jawaban tersebut justru dinilai salah oleh Kepala Biro Pengkajian Konstitusi Setjen MPR Dyastasita Widya Budi selaku dewan juri. Karena jawaban dianggap salah, juri memberikan pengurangan lima poin. Kesempatan menjawab diambil oleh Regu B dari SMAN 1 Sambas. Jawaban yang disampaikan sama persis dengan SMAN 1 Pontianak. Namun, juri malah membenarkan jawaban tersebut dan memberikan tambahan poin 10.

MC Minta Maaf

Shindy Lutfiana selaku MC acara tersebut menyampaikan permintaan maaf. Terutama, terkait ucapannya yang dinilai tidak tepat dan memojokkan salah satu peserta. Permintaan maaf itu diunggah di akun Instagram (IG) shindy_mcwedding. "Atas kejadian tersebut, dari lubuk hati yang paling dalam, saya memohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa kecewa, tersakiti, maupun terdampak oleh ucapan-ucapan saya," tulisnya. (mdy/mia/aph)

Editor : Pratama Karamoy
#LCC 4 Pilar MPR RI #Nasional