SURAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memacu pengerjaan proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan 93 Sekolah Rakyat tersebut sudah berstatus fungsional pada Juni 2026 sehingga siap digunakan oleh para siswa untuk menyambut tahun ajaran baru pada Juli mendatang.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa secara nasional progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat saat ini menunjukkan tren yang sangat positif.
"Progres nasional saat ini sudah mencapai 79,31 persen yang tersebar di 93 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Kami harapkan pada pertengahan hingga akhir Juni nanti semuanya sudah fungsional. Jadi, adik-adik kita bisa mulai menempati sekolah barunya saat memasuki tahun ajaran baru pada Juli 2026," ujar Menteri Dody saat melakukan peninjauan lapangan.
Pengerjaan 24 Jam
Saat ini, fokus utama pembangunan Sekolah Rakyat adalah penerapan sistem kerja selama 24 jam. Kementerian PU menginstruksikan sistem kerja bergiliran atau shift selama 24 jam penuh di lokasi-lokasi krusial untuk mengejar tenggat waktu pada Juni. "Untuk pemenuhan tenaga kerja di Pulau Jawa, seperti wilayah Solo dan sekitarnya, dinilai lebih mudah dibandingkan kawasan timur Indonesia seperti Sulawesi, Maluku, atau Papua," ujarnya.
Meski sempat terjadi sedikit perlambatan akibat penyesuaian dengan libur tradisi 1 Suro, jumlah pekerja dipastikan segera kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan. "Kerja kami kejar agar target Juni selesai. Di wilayah Solo dan sekitarnya, penambahan tenaga kerja tidak terlalu sulit karena banyak pekerja berasal dari daerah sekitar," paparnya. (idr/ali)
Editor : Pratama Karamoy