Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kisah Transfer Rodrygo yang Gagal ke Barcelona dan Awal Perjalanannya Bersama Real Madrid

Toar Rotulung • Rabu, 8 Oktober 2025 - 03:41 WIB

Rodrygo Goes nyaris menjadi bagian dari Barcelona (Instagram @rodrygogoes)
Rodrygo Goes nyaris menjadi bagian dari Barcelona (Instagram @rodrygogoes)

JAGOSATU.COM - Siapa sangka, bintang muda Real Madrid, Rodrygo Goes, hampir berseragam Barcelona sebelum akhirnya memilih jalan berbeda yang kini mengubah kariernya.

Dalam wawancara eksklusif bersama AS, pemain asal Brasil itu mengungkap bahwa dirinya sempat mencapai kesepakatan dengan Blaugrana, sebelum Real Madrid datang di detik terakhir dan merebut tanda tangannya.

“Sebelum saya datang ke Madrid, semuanya sudah selesai. Saya sebenarnya sudah menjadi pemain Barca,” ungkap Rodrygo dengan senyum tipis mengingat masa lalu yang hampir membuatnya jadi bagian dari rival abadi klubnya saat ini.

Namun takdir berkata lain. Sang ayah memberi tahu bahwa Real Madrid baru saja menghubungi mereka. “Ayah saya bilang Madrid menghubungi kami dan saya harus memilih. Itu keputusan mudah. Saya tahu apa impian saya sejak kecil, dan tanpa ragu saya memilih Real Madrid,” lanjut Rodrygo.

Cerita ini menambah babak baru dalam sejarah persaingan abadi antara dua raksasa Spanyol, bukan hanya di lapangan, tapi juga di balik layar—dalam perebutan pemain muda bertalenta. Rodrygo, yang lahir dari akademi legendaris Santos FC, klub yang juga melahirkan Neymar dan Pelé, memang telah lama menjadi incaran klub-klub besar Eropa.

Barcelona sempat menjadi pihak yang paling dekat untuk mendapatkan jasanya, namun langkah cepat Madrid mengubah arah kariernya secara drastis.

“Saya selalu menghormati Barca, mereka klub besar. Tapi Madrid adalah impian masa kecil saya. Begitu tawaran datang, saya tak perlu berpikir lama,” ujar pemain berusia 24 tahun itu.

Kini, menjelang El Clasico bulan Oktober, Rodrygo menatap pertandingan sarat gengsi tersebut dengan motivasi tinggi. Ia ingin membuktikan bahwa keputusannya memilih Madrid adalah langkah terbaik dalam hidupnya.

“Lebih baik kami lupakan musim lalu. Kami tahu kami tidak tampil bagus, terutama di laga derby,” ujar Rodrygo mengingat musim 2024/25 yang didominasi Barcelona di berbagai ajang.

Musim lalu, pasukan Hansi Flick sukses menaklukkan Madrid di dua laga Liga Spanyol, merebut Copa del Rey, dan menjuarai Piala Super Spanyol. Dominasi itu membuat Madrid datang ke El Clasico kali ini dengan semangat balas dendam.

“Sekarang situasinya berbeda. Kami punya tim yang lebih kuat dan penuh motivasi. Kami bermain di Santiago Bernabéu, di depan fans kami sendiri. Kami harus menunjukkan siapa yang lebih kuat,” tegas Rodrygo penuh percaya diri.

Penyerang muda ini juga menegaskan pentingnya menjaga fokus di tengah tekanan tinggi. “Kami tahu pertandingan melawan Barcelona bukan sekadar laga biasa. Ini tentang kebanggaan dan sejarah. Kami akan memberikan segalanya,” tambahnya.

Bagi Madrid, kebangkitan Rodrygo menjadi sinyal positif di tengah persaingan ketat di puncak klasemen. Sejak bergabung pada 2019, ia telah berkembang menjadi pemain penting dalam sistem serangan Carlo Ancelotti, berkat kecepatan, kelincahan, dan visi tajam di depan gawang.

Kini, dengan performa yang semakin matang, Rodrygo siap membawa Madrid melanjutkan tradisi kemenangan di kandang sendiri dan membungkam rival abadinya.

Kisah nyaris bergabungnya Rodrygo ke Barcelona kini menjadi bagian menarik dari sejarah El Clasico. Dari hampir menjadi musuh, ia kini menjadi ujung tombak harapan Madrid untuk mempertahankan supremasi mereka di Spanyol dan Eropa.

Dan bagi sang pemain, pilihannya lima tahun lalu kini terbukti sebagai langkah yang menentukan arah kariernya menuju puncak.

Editor : Toar Rotulung
#Real Madrid #Barcelona #Rodrygo Goes