Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Fortnite Lesu, Epic Games Terpaksa PHK Massal 1.000 Karyawan

Toar Rotulung • Senin, 30 Maret 2026 - 07:00 WIB

Darth Vader di Fortnite
Darth Vader di Fortnite

JagoSatu.com - Badai PHK kembali menghantam industri game, dan kali ini korbannya adalah raksasa Epic Games. Lebih dari 1.000 karyawan terpaksa dilepas setelah perusahaan mengalami penurunan keterlibatan pemain di Fortnite. Kabar ini sangat mengejutkan mengingat Fortnite selama ini dianggap sebagai mesin pencetak uang yang tidak ada matinya bagi Epic.

CEO Tim Sweeney menyatakan bahwa pemangkasan besar-besaran ini diperlukan untuk "keep the company funded" atau menjaga pendanaan perusahaan tetap berjalan. Epic mengaku saat ini pengeluaran mereka jauh lebih besar dibandingkan pemasukan yang didapat. Sepertinya strategi bakar uang untuk bersaing dengan Steam mulai menunjukkan dampak negatif pada kesehatan finansial mereka.

Berdasarkan laporan dari GamesIndustry.biz, langkah efisiensi ini mencakup penghematan biaya kontrak dan pemasaran senilai lebih dari $500 juta. Sweeney berharap langkah pahit ini bisa menempatkan Epic di posisi yang lebih stabil secara finansial. Efisiensi sebesar itu menunjukkan betapa bengkaknya pengeluaran operasional Epic selama beberapa tahun ke belakang.

Menariknya, Sweeney menegaskan bahwa keputusan PHK ini sama sekali "aren't related to AI" atau tidak berkaitan dengan penggunaan kecerdasan buatan. Ia justru ingin mempertahankan sebanyak mungkin pengembang hebat untuk menciptakan konten dan teknologi berkualitas. Klarifikasi ini penting agar tidak muncul spekulasi bahwa manusia mulai digantikan oleh robot di kantor Epic.

Kondisi pasar saat ini disebut sebagai yang paling ekstrem, dengan tantangan seperti pertumbuhan melambat dan biaya operasional yang terus membengkak. Penjualan konsol generasi terbaru yang lebih rendah dari ekspektasi juga turut memperburuk keadaan. Industri game memang sedang tidak baik-baik saja, bahkan pemimpin pasar sekalipun harus berjuang keras bertahan hidup.

Sebagaimana dilaporkan oleh GamesIndustry.biz, karyawan yang terdampak akan menerima paket pesangon setidaknya empat bulan gaji pokok. Epic juga memberikan perpanjangan cakupan layanan kesehatan bagi para staf yang harus pergi tersebut. Setidaknya Epic masih bertanggung jawab memberikan bantalan finansial yang cukup layak bagi talenta-talenta terbaik mereka yang terkena dampak.

Bagi karyawan di Amerika Serikat, perlindungan kesehatan akan diberikan selama enam bulan penuh. Selain itu, opsi saham juga akan dipercepat hingga Januari 2027 untuk memberikan kepastian hak bagi para pekerja. Langkah ini menunjukkan upaya Epic untuk tetap menjaga reputasi mereka di mata para profesional industri meskipun dalam situasi sulit.

Epic berencana mengadakan pertemuan internal pada hari Kamis mendatang untuk membahas peta jalan perusahaan secara lebih mendalam dan mendetail. Semua mata kini tertuju pada strategi apa yang akan diambil Epic untuk memulihkan performa mereka. Transparansi dalam rapat internal seperti ini sangat krusial untuk menjaga moral karyawan yang masih tersisa.

Dikutip dari GamesIndustry.biz, ini bukan pertama kalinya Epic melakukan PHK besar-besaran karena pada September 2023 mereka juga memecat 800 orang. Saat itu, sekitar 16% dari total tenaga kerja mereka harus merelakan pekerjaan mereka. Pola PHK berulang ini menandakan adanya masalah struktural yang cukup dalam dalam manajemen anggaran perusahaan.

Sebelumnya, Epic sudah mencoba melakukan perekrutan "net-zero" dan memangkas biaya acara pemasaran, namun hasilnya tetap jauh dari keberlanjutan finansial. Upaya penghematan kecil ternyata tidak cukup kuat untuk membendung arus kerugian yang ada. Ternyata memotong biaya iklan saja tidak cukup jika pengeluaran inti perusahaan memang sudah terlampau tinggi.

Beberapa tim yang terdampak sebelumnya termasuk pengembang Fall Guys, Mediatonic, serta penjualan platform musik Bandcamp yang melibatkan 250 karyawan. Diversifikasi bisnis Epic tampaknya tidak berjalan semulus yang mereka rencanakan di awal. Ekspansi yang terlalu agresif ke berbagai sektor luar game inti sepertinya menjadi bumerang bagi manajemen Epic.

Mengutip laporan GamesIndustry.biz, baru-baru ini Epic juga menaikkan harga mata uang dalam game mereka untuk membantu membayar tagihan operasional. Mereka beralasan bahwa "cost of running Fortnite has gone up a lot" atau biaya menjalankan Fortnite naik drastis. Ujung-ujungnya, para pemain setialah yang harus ikut menanggung beban finansial perusahaan lewat kenaikan harga item.

Sweeney melihat adanya gejolak besar di industri saat ini namun tetap optimis bagi perusahaan yang mampu keluar sebagai pemenang. Ia percaya tantangan ekstrem ini juga membawa peluang besar bagi mereka yang bisa beradaptasi. Visi yang berani, meskipun saat ini mereka sedang berada di titik terendah dalam hal manajemen sumber daya manusia.

Kelesuan ekonomi global dan perubahan kebiasaan belanja konsumen setelah masa pandemi menjadi faktor eksternal yang tidak bisa dihindari oleh Epic. Industri hiburan digital kini harus berkompetisi lebih ketat untuk mendapatkan perhatian dan dompet para penggunanya. Persaingan memperebutkan waktu luang pengguna kini menjadi medan tempur yang sangat berdarah bagi pengembang game.

Kini beban berat ada di pundak tim pengembang yang tersisa untuk mengembalikan kejayaan Fortnite dan menjaga ekosistem Epic tetap hidup. Masa depan Epic akan sangat bergantung pada kesuksesan roadmap baru yang akan mereka jalankan segera. Kita lihat saja apakah Epic bisa kembali bangkit atau justru tenggelam dalam ambisi mereka sendiri. (tmtiwow)

Editor : Toar Rotulung