Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DIUSUT! Oknum Polisi Diduga ‘Lenyapkan' Motor Warga Diperiksa Propam, Ini Kronologis Lengkapnya

A
Tim Propam Polres Boltim.
Tim Propam Polres Boltim.

JAGOSATU.COM - Nasib apes dialami Wahyu Abarang (18), motor metik miliknya hilang setelah diamankan salah seorang oknum polisi Sabhara berpangkat Brigadir, Muhammad Syarif, ke Polres Boltim pada 4 Januari 2022 di Desa Tombolikat.


Advertisement

Motornya diamankan karena diduga telah melakukan balapan liar.

Kasus ini pun langsung direspon Kapolres Boltim AKBP I Dewa Nyoman Agung Surya Negara. Kapolres menugaskan Kasi Propam untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Saya sudah perintahkan Kasi Propam untuk tindak lanjuti,” tegas Kapolres, Jumat (4/2/2022).

Advertisement

Lanjut Kapolres, jika memang terbukti dalam persoalan ini ada kesalahan anggota yang terkait dengan penangkapan barang bukti milik warga itu, maka akan segera diproses disiplin secara tegas.

Sementara itu, kepada manadopost.id, Kasi Propam Polres Boltim Iptu Albert BO Korengkeng mengatakan, dirinya sudah menjalankan instruksi Kapolres dan langsung memeriksa oknum polisi Muhammad Syarif.

"Untuk masalah tersebut, Bapak Kapolres Boltim sudah memerintahkan propam untuk memeriksa/BAP personil yang bersangkutan dan kami sudah melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan dan pemilik kendaraan dan sampai saat ini masih dalam proses," jelasnya.

Advertisement

Adapun kronologis kasus ini terjadi sekitar pukul 22:00, motor milik Wahyu ditangkap oknum polisi dan diamankan ke Polres Boltim.

Dalam penangkapan itu, paman korban Jainal Mokodompit (37), yang merasa kenal dengan polisi tersebut sempat melakukan pembicaraan agar motor ponakannya tidak dibawa ke Polres. Namun Syarif tetap bersikeras untuk memboyong motor itu ke Polres Boltim.

“Pemilik motor adalah ponakan saya Wahyu Abarang, alasan mereka menangkap motor itu karena kenalpot racing. Kejadian hari Rabu sekitar jam 22.00 tepatnya di depan rumah Nenek Gerald di Desa Tombolikat, kata polisi yang bernama Syarif saat itu, dia mengamankan motor tersebut dan nanti diselesaikan di Kantor Polres,” tutur Jainal, Kamis (3/2/2022), sembari menambahkan bahwa motor tersebut adalah motor transportasi yang dipakai keponakannya pergi sekolah yang jaraknya sekira 9 kilo meter dari rumahnya.

Jainal sempat mendatangi Kantor Polres Boltim malam itu sekira pukul 11.30. Dia masih melihat motor terparkir di dalam ruangan Polres namun tidak ada satu pun polisi yang piket hingga Jainal memutuskan pulang dan kembali lagi pukul 02.00 tengah malam. Apesnya saat dia kembali motor sudah tidak ada lagi.

“Saya cek ke kantor malam itu juga sekitar pukul 11.30 motor masih ada terparkir tepatnya di dalam Polres. Dan karena polisi yang piket tidak ada satu pun di kantor, maka saya langsung pulang. Saya cek kedua kalinya pukul 02.00 tengah malam dan motor sudah tidak ada dan lagi di tempat tadinya. Dan lagi, masih tidak ada personil piket di Polres. Setelah itu, tepatnya Sabtu 7 Januari, saya tanya lewat telepon kepada Komdan Syarif, jawabannya mungkin sudah diambil pemilik padahal motor tidak mungkin saya ambil tanpa sepengetahuan polisi, ” ujar Jainal.

“Saat itu kami piket dan bukan hanya saya sendiri, kemudian ada laporan yang mana ada balap liar, kemudian kami bubarkan dan tangkap motor yang milik ponakan Jainal. Saya bilang ke Jainal nanti selesaikan di kantor. Kemudian setiba kami di kantor kembali dapat laporan ada orang mabuk di Kotabunan, waktu kami pergi ke Kotabunan saya singgah lagi sama Jainal dan bilang ke kantor saja lihat motor itu di kantor,” terang Syarif.

Lanjut Syarif, motor yang diamankan itu tidak lagi memiliki kunci kontak jadi bisa diambil oleh siapa saja, termasuk Jainal.

“Motor itu kan tidak pakai kunci kontak jadi kapan saja orang bawa boleh. Nah saat itu katanya Jainal datang ke kantor dan kami tidak tahu, saat kami pulang pukul 04.00 subuh saya lihat motor sudah tidak ada, dan harap saya motor itu sudah di ambil oleh Jainal,” jelasnya. (Buyung Potabuga/can)

Advertisement
Editor : Administrator

Artikel Terkait

Hentikan Eksploitasi Blok Doup Jika tak Ingin Kotabunan Tenggelam!

Hentikan Eksploitasi Blok Doup Jika tak Ingin Kotabunan Tenggelam!

Aktivitas tambang emas di Boltim dinilai mengancam lingkungan.

Hari Ini Diskusi: Blok Doup, Investasi, Masyarakat Adat dan Keadilan Lingkungan

Hari Ini Diskusi: Blok Doup, Investasi, Masyarakat Adat dan Keadilan Lingkungan

JAGOSATU.COM - Blok Doup, Panang dan sekitarnya di Desa Kotabunan Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sedang dalam sorotan

Emas, Air Mata, dan Amputasi Ruang Hidup di Tanah Doup  (Kejayaan Masyarakat Adat vs Korporatisasi)

Emas, Air Mata, dan Amputasi Ruang Hidup di Tanah Doup (Kejayaan Masyarakat Adat vs Korporatisasi)

JAGOSATU.COM - Wilayah Panang— yang secara arkeologis-sosial dikenal sebagai Tanah Doup— bukan sekadar hamparan koordinat di Dusun V Desa Ko

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer